Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM laga terbaru garapan Iko Uwais, Timur, diklaim membawa keunikan tersendiri dalam genre aksi Indonesia. Bukan sekadar adegan perkelahian berintensitas tinggi, keunikan ini lahir dari kolaborasi antara aktor dan sutradara laga kenamaan, Iko Uwais, dengan sentuhan skenario dari penulis perempuan peraih banyak penghargaan, Titien Wattimena.
Pemeran karakter Apollo, Aufa Assegaf, mengungkapkan antusiasmenya. Menurutnya, skenario yang ditulis Titien Wattimena adalah daya tarik utama yang membuat proyek ini menarik.
"Skenarionya jujur sangat bagus sekali dan menarik sekali karena ini film action yang ditulis perempuan," kata Aufa.
Ia menambahkan bahwa perpaduan skenario berkualitas dari Titien dengan nama besar Iko Uwais di kursi sutradara menjadi kombinasi yang sangat menjanjikan.
Aktor kelahiran Ambon, Maluku, tersebut menjelaskan bahwa sentuhan Titien Wattimena berhasil menyuntikkan dimensi perasaan yang umumnya jarang dieksplorasi secara mendalam dalam film-film laga.
Titien, yang dikenal lewat karya-karya dramatis seperti Mengejar Matahari hingga Aruna & Lidahnya, membawa perspektif unik ke dalam cerita militer yang keras.
"Banyak sekali bagian-bagiannya, yang mungkin Mbak Titien ingin dari segi perempuan menunjukkan sisi luluhnya laki-laki. Boleh luluh, boleh patah hati, boleh hancur," ungkap Aufa.
Ia mengisyaratkan bahwa Timur tidak akan menjadi film yang hanya berfokus pada pertempuran fisik semata. Lebih dari itu, film ini akan menggali konflik batin dan kerapuhan emosional yang dialami oleh karakter-karakter pria dalam lingkungan yang penuh tantangan.
Drama yang kuat ini terlihat, misalnya, dalam dramatisasi pertempuran di pedalaman hutan yang diperkaya oleh penulisan khas Titien Wattimena.
Selain kekuatan naratif drama, daya tarik besar lain film ini adalah keterlibatan Iko Uwais. Iko tidak hanya bertindak sebagai sutradara, tetapi juga sebagai aktor dalam proyek ini.
Di lokasi syuting, Iko dikenal memberikan ruang eksplorasi yang luas kepada para pemainnya untuk menghidupkan karakter secara natural. Pendekatan ini dinilai sangat membantu dan mempermudah proses syuting di tengah tantangan logistik yang dihadapi.
Timur dijadwalkan akan tayang di bioskop pada 18 Desember 2025. Film ini menawarkan perpaduan antara drama patriotisme, aksi militer berintensitas tinggi, serta konflik emosional yang berlatar belakang di pedalaman hutan. (Ant/Z-1)
Film anak bergenre musikal-petualangan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang relasi manusia dengan alam.
Melalui perpaduan musikal dan petualangan, film Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua membawa misi besar: membangun kesadaran manusia akan relasinya dengan alam.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Film 12 Mile ini menyoroti sosok mendiang Mochtar Kusumaatmadja yang menjadi arsitek utama di balik konsep Wawasan Nusantara.
Selain Song Ji-hyo, Accidental Chef dikabarkan tengah mengincar sejumlah nama besar untuk melengkapi jajaran pemain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved