Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lama berkecimpung di dunia seni peran, aktor Iko Uwais menantang dirinya untuk lebih berkembang dengan menyutradarai film panjang berjudul Timur, yang menandai debutnya sebagai sutradara.
"Kenapa saya memberanikan diri untuk menjadi (sutradara), di belakang layar, juga karena memang banyak pengalaman yang saya alami dalam
arti untuk pekerjaan ini," katanya dalam konferensi pers, dikutip Jumat (7/11).
"Waktunya sekarang yang tepat buat gue pribadi. Mungkin bukan cuma karena pengalaman yang udah diambil, cuman memang tim yang udah sangat solid, kuat, dan support system buat manajemen," tambahnya.
Selain menjadi sutradara, Iko juga menjadi pemeran dalam penggarapan film Timur.
Menurut Iko, pengalaman menggarap film mengasah kepekaannya terhadap peran dan dinamika antar-aktor.
"Itu tantangan buat saya. Biasanya saya memerankan sebuah peran atau karakter di beberapa film, tapi sangat menggelitik di hati saya untuk
bisa saya mengeksplor apa kemauan saya pada saat berakting di depan kamera," ujarnya..
"Saya juga bisa mengeksplor ke beberapa pemain, masing-masing karakter yang berbeda," lanjutnya.
Trailer resmi film Timur yang baru dirilis memperlihatkan adegan laga menegangkan yang melibatkan tokoh Timur, yang diperankan oleh Iko Uwais.
Dalam film itu, Timur diceritakan sebagai anggota pasukan khusus yang mengemban misi berisiko tinggi.
Ia ditugaskan untuk menyelamatkan para sandera yang diculik oleh Tobias (Arnold Kobogau) dan tangan kanannya yang brutal, Frans (Macho
Hungan). (Ant/Z-1)
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved