Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Film Timur Dikaitkan Isi Politik, Iko Uwais Fokus pada Pesannya

Muhammad Ghifari A
04/12/2025 21:13
Film Timur Dikaitkan Isi Politik, Iko Uwais Fokus pada Pesannya
Film Timur disebut menyinggung isu politik.(MI/Muhammad Ghifari A)

FILM Timur yang disutradarai dan dibintangi oleh Iko Uwais sempat disinggung terkait isu politik, mengingat adanya figur Prabowo Subianto. Iko Uwais memberikan klarifikasi tegas mengenai waktu produksi film.

Iko dmengungkapkan bahwa proses pembuatan film ini memakan waktu yang panjang, sekitar dua hingga tiga tahun lamanya. Proses produksi dan syuting telah dilakukan sebelum Prabowo Subianto menjadi presiden.

"Jujur pada saat kita produksi film ini, sebelum Bapak jadi presiden, kita udah dua tahun hampir tiga tahun untuk prosesnya," ujar Iko di Epicentrum (4/12).

Klarifikasi ini bertujuan untuk memisahkan karya seni dari narasi politik yang mungkin beredar, menekankan bahwa proyek ini lahir dari ide kreatif dan waktu pengerjaan yang independen. 

Meskipun demikian, Iko tetap terbuka.

"Insya Allah kalau misalnya Bapak ada waktu yang sangat senggang, untuk bisa meruangkan waktunya untuk nonton, ya kenapa enggak," tambahnya.

Isu pro-kontra penilaian eksternal juga turut direspons oleh Iko dengan filosofi yang unik. Ia memilih untuk tidak menghabiskan energi pada perdebatan yang tidak konstruktif dan fokus sepenuhnya pada kualitas film itu sendiri.

Iko mengilustrasikannya dengan perumpamaan masakan, bahwa setiap hidangan nasi goreng memiliki rasa yang beragam dari manis, asin, atau pedas dan tidak semua sama. Oleh karena itu, ia berpegang pada prinsip "Saya gak memedulikan seperti apa judgenya dari semua, dari yang luar, yang penting pesannya dulu."

Filosofi ini mencerminkan pendekatan Iko dalam menyutradarai, yang mana ia mengedepankan kolaborasi dan menghindari perdebatan hirarkis. Ia menekankan bahwa energi harus dicurahkan untuk membangun karakter dan chemistry tim, bukan untuk konflik ego.

"Menghabiskan waktu itu untuk perdebatan, itu sangat nggak baik untuk diproduksi," katanya.

Iko Uwais berharap, penonton akan menilai film Timur berdasarkan kualitas cerita dan pesannya tentang persaudaraan, dan bukan dari prasangka atau isu di luar konteks film.

"Jangan judge a book by its cover, tapi pas kita lihat, kita tahu orangnya, ternyata di depan hati lembut seperti itu," tandas dia. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya