Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Timur yang disutradarai dan dibintangi oleh Iko Uwais sempat disinggung terkait isu politik, mengingat adanya figur Prabowo Subianto. Iko Uwais memberikan klarifikasi tegas mengenai waktu produksi film.
Iko dmengungkapkan bahwa proses pembuatan film ini memakan waktu yang panjang, sekitar dua hingga tiga tahun lamanya. Proses produksi dan syuting telah dilakukan sebelum Prabowo Subianto menjadi presiden.
"Jujur pada saat kita produksi film ini, sebelum Bapak jadi presiden, kita udah dua tahun hampir tiga tahun untuk prosesnya," ujar Iko di Epicentrum (4/12).
Klarifikasi ini bertujuan untuk memisahkan karya seni dari narasi politik yang mungkin beredar, menekankan bahwa proyek ini lahir dari ide kreatif dan waktu pengerjaan yang independen.
Meskipun demikian, Iko tetap terbuka.
"Insya Allah kalau misalnya Bapak ada waktu yang sangat senggang, untuk bisa meruangkan waktunya untuk nonton, ya kenapa enggak," tambahnya.
Isu pro-kontra penilaian eksternal juga turut direspons oleh Iko dengan filosofi yang unik. Ia memilih untuk tidak menghabiskan energi pada perdebatan yang tidak konstruktif dan fokus sepenuhnya pada kualitas film itu sendiri.
Iko mengilustrasikannya dengan perumpamaan masakan, bahwa setiap hidangan nasi goreng memiliki rasa yang beragam dari manis, asin, atau pedas dan tidak semua sama. Oleh karena itu, ia berpegang pada prinsip "Saya gak memedulikan seperti apa judgenya dari semua, dari yang luar, yang penting pesannya dulu."
Filosofi ini mencerminkan pendekatan Iko dalam menyutradarai, yang mana ia mengedepankan kolaborasi dan menghindari perdebatan hirarkis. Ia menekankan bahwa energi harus dicurahkan untuk membangun karakter dan chemistry tim, bukan untuk konflik ego.
"Menghabiskan waktu itu untuk perdebatan, itu sangat nggak baik untuk diproduksi," katanya.
Iko Uwais berharap, penonton akan menilai film Timur berdasarkan kualitas cerita dan pesannya tentang persaudaraan, dan bukan dari prasangka atau isu di luar konteks film.
"Jangan judge a book by its cover, tapi pas kita lihat, kita tahu orangnya, ternyata di depan hati lembut seperti itu," tandas dia. (Z-10)
Film Timur dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025.
Jimmy Kobogau mengungkapkan bahwa bertarung di ketinggian membuat pernapasan menjadi lebih berat.
Sentuhan Titien Wattimena di film Timur berhasil menyuntikkan dimensi perasaan yang umumnya jarang dieksplorasi secara mendalam dalam film-film laga.
Kiat akting yang paling ditekankan Iko Uwais adalah menghilangkan keraguan, termasuk saat Aufa Assegaf diminta melakukan adegan laga di film Timur.
Film Timur, yang mayoritas mengambil lokasi di hutan tropis dengan medan yang sulit, dikenal memiliki tuntutan fisik dan emosional yang tinggi bagi para pemain.
Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Iko, yang berdarah Betawi dan Sunda, menceritakan kedekatan personalnya yang erat. Ia tumbuh besar bersama orang-orang Timur, khususnya dari Ambon
Sebagian besar hasil penjualan tiket film garapan aktor sekaligus sutradara debutan, Iko Uwais, akan disumbangkan bagi korban bencana Sumatra.
FILM Timur mulai diputar serentak di bioskop Tanah Air sejak 18 Desember 2025. Karya ini menandai debut Iko Uwais sebagai sutradara
Film ini mengolah kisah nyata heroik dan patriotik ke dalam balutan action drama sinematik yang emosional, dengan fokus utama pada nilai persaudaraan anak bangsa dan kemanusiaan
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Kiat akting yang paling ditekankan Iko Uwais adalah menghilangkan keraguan, termasuk saat Aufa Assegaf diminta melakukan adegan laga di film Timur.
Adjustment yang dimaksud Iko sering terjadi karena kondisi set di lokasi yang mungkin tidak mendukung gerakan koreografi awal, sehingga memerlukan perubahan di menit-menit terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved