Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR dan bintang laga Iko Uwais mengumumkan rumah produksi yang didirikannya, Uwais Pictures. Uwais Pictures merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi film sekaligus memperluas fokus jangkauan distribusi hingga ke pasar film global.
Uwais Pictures nantinya akan memiliki berbagai lini seperti pembiayaan film, pengembangan, packaging services film, dan produksi film-film laga. Saat ini, Uwais Pictures telah menyelesaikan produksi dua film layar lebar pertamanya, Ikatan Darah dan Timur pada tahun 2024.
Ikatan Darah mengisahkan seorang mantan atlet pencak silat yang harus menghadapi jaringan lintah darat untuk menyelamatkan kakak laki-lakinya, yang terjebak dalam permasalahan utang dan mempertaruhkan keselamatan keluarganya. Sementara itu, Timur merupakan film action drama menegangkan yang terinspirasi dari misi menyelamatkan sandera yang terjadi di Indonesia pada tahun 1996.
Film Ikatan Darah disutradarai oleh Sidharta Tata, sutradara pencetak film blockbuster yang juga banyak menghasilkan film dan series genre di Indonesia. Sementara itu, film Timur menjadi debut penyutradaraan Iko Uwais. Dua film ini diproduseri oleh Ryan Santoso, dengan produser eksekutif Yentonius Jerriel Ho.
“Uwais Pictures sudah menjadi impian saya bersama tim yang sudah bergabung sejak kami terlibat di industri perfilman. Uwais Pictures didirikan karena kami ingin memproduksi film action berkualitas. Action bukan hanya sekadar menjadi bumbunya, tetapi juga core dari filmnya. Dengan support system yang ada di Uwais Pictures, kami percaya film action yang diproduksi akan memberikan impak besar, termasuk dengan memperkenalkan budaya bela diri asal Indonesia, salah satunya pencak silat,” kata Chairman dan pendiri Uwais Pictures Iko Uwais saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Selasa (21/1).
Iko Uwais sebelumnya pernah terlibat dalam beberapa produksi film-film internasional seperti Snake Eyes, Stuber, The Expendables, dan Star Wars: The Force Awakens. Selain itu, ia juga membintangi, memproduseri, dan menjadi koreografer laga serial Netflix Wu Assassins.(M-2)
Film ini tidak hanya menyajikan adegan laga yang menegangkan, tetapi juga berani mengeksplorasi sisi manusiawi dan emosional dari seorang pejuang yang berupaya menebus masa lalunya.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Film ini tidak hanya menyajikan adegan laga yang menegangkan, tetapi juga berani mengeksplorasi sisi manusiawi dan emosional dari seorang pejuang yang berupaya menebus masa lalunya.
Salah satu keseruan dihadirkan platform streaming Catchplay+ lewat program Spooktober: Nonton Horor Bareng Catchplay+ di Pakuwon Mall Bekasi hingga 2 November.
Rumah produksi MYD Films siap menghadirkan karya baru lewat film berjudul Dosa Terakhir. Film ini bergenre aksi-drama kriminal dengan sentuhan thriller dan tragedi keluarga.
JACKIE Chan kembali dengan film aksi terbarunya, The Shadow’s Edge. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Larry Yang ini, sekilas mengingatkan pada film klasik The Police Story,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved