Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JACKIE Chan kembali dengan film aksi terbarunya, The Shadow’s Edge. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Larry Yang ini, sekilas mengingatkan pada film klasik The Police Story, dengan latar belakang ceritanya yang berada di lingkup dunia kepolisian.
Kisah dimulai ketika Kepolisian Makau memanggil kembali Wong (Jackie Chan), pensiunan polisi, untuk membantu menangkap sekelompok penjahat profesional kelas kakap. Ketika Wong kembali memimpin operasi, semuanya sudah berubah. Cara-cara polisi lama untuk melakukan pemantauan tak lagi dilakukan dengan turun ke lapangan. Kepolisian juga sudah banyak dibantu teknologi kecerdasan buatan (AI).
Untuk menemukan celah dalam menemukan kelompok penjahat profesional yang baru saja mencuri kripto bernilai fantastis, yang dalam operasi mereka dibantu oleh rekayasa AI, Wong pun melakukan pendekatan konvensional cara lama. Ia pun membentuk sekelompok detektif untuk memantau sosok yang dijuluki Shadow (Tony Fa Kai Leung).
Dengan perangkat AI, sekelompok perampok yang dipimpin Shadow tak mampu terdeteksi oleh kamera. Untuk mengidentifikasinya, kepolisian Makau harus dibantu Wong lewat analisanya yang tajam. Setelah itu, barulah Wong bersama para detektif muda melakukan pemantauan dengan penyamaran di lapangan.
Film The Shadow’s Edge memberikan sentuhan komedi dalam berbagai aksi penyamaran tersebut. Terlebih ketika Wong bersama Qiuguo (Zifeng Zhang) berhasil mengonfirmasi identitas Shadow. Keduanya menjalin hubungan ayah-anak. Di tengah penyamaran, Larry Yang menyelipkan bumbu emosional dengan memasukkan latar belakang Qiuguo, yang ayahnya tewas dalam misi bersama Wong saat ia masih kecil.
Aksi laga ala Jackie Chan juga masih tersaji, ketika ia harus menghadapi anak-anak Shadow. Misalnya, di sebuah penatu, ia harus menghadapi duo yang seperti anjing gila dengan sebuah bilah. Mengingatkan ciri khas laga Jackie Chan yang kerap menggunakan bambu di beberapa filmnya.
Meski sudah memasuki usia 71 tahun, Jackie Chan juga masih meladeni aksi laga yang intens. Seperti ketika penyamarannya terungkap, dan harus menghadapi salah satu anak dari Shadow di apartemen yang ditinggali bersama Qiuguo. Atau, puncaknya, di sebuah warung saat Jackie Chan duel satu lawan satu dengan Tony Fa Kai Leung. Ini akan menjadi puncak dari seluruh adegan laga di film ini, yang akan membuat penonton menahan napas.
Film ini juga dibintangi di antaranya oleh Jun (Seventeen), Zhou Zhengjie, dan Wang Ziyi. Film The Shadow’s Edge sedang tayanng di bioskop. Media Indonesia menontonnya saat sesi pratinjau media pada Jumat, (15/8). (M-3)
Jackie mengenang bahwa Jaycee biasanya menelepon setahun sekali untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Namun, setelah dimarahi dan disuruh "menelepon di waktu lain saja"
Paramount dikabarkan menggarap Rush Hour 4 setelah Presiden Donald Trump melobi pemegang saham Paramount Skydance, Larry Ellison, demi sutradara Brett Ratner.
Isu meninggalnya aktor laga legendaris Jackie Chan sempat mencuat di dunia maya, namun kabar tersebut telah ditepis oleh berbagai media internasional pada Senin (11/11).
Isu meninggalnya Jackie Chan kembali ramai di media sosial. Kabar itu dipastikan hoaks setelah terbukti tidak ada konfirmasi resmi dari keluarga maupun media internasional.
PROYEK ambisius diumumkan oleh China Film Foundation yang akan merestorasi 100 judul film kung fu klasik dengan bantuan AI, termasuk milik Jackie Chan, Bruce Lee, dan Jet Li.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved