Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Rumah produksi MYD Films siap menghadirkan karya baru lewat film berjudul Dosa Terakhir. Film ini bergenre aksi-drama kriminal dengan sentuhan thriller dan tragedi keluarga. Disutradarai oleh Seno Vegaz, Dosa Terakhir dan menampilkan kolaborasi langka antara Willy Dozan dan Leon Dozan, ayah dan anak yang kini beradu akting dalam satu layar. Willy Dozan merupakan aktor laga senior yang banyak membintangi film era 70–80’an.
Selain Willy dan Leon, film ini juga dibintangi oleh Supri FX, yang memerankan tokoh antagonis karismatik bernama Roki. Ia merupakan pemimpin jaringan narkoba yang penuh intrik. Sosoknya menjadi sumber konflik utama yang menguji hubungan ayah dan anak di tengah usaha menebus masa lalu kelam.
Film Dosa Terakhir menceritakan tentang Rama (Willy Dozan), mantan pembunuh bayaran yang bertekad meninggalkan dunia hitam demi hidup tenang bersama anak-anaknya. Namun dosa lama tak mudah dihapus.
Saat Dali (Leon Dozan), sang anak, terjebak dalam jaringan narkoba milik Roki, kehidupan mereka kembali terguncang. Pertarungan lama pun dimulai, bukan sekadar melawan musuh, tapi juga melawan masa lalu dan rasa bersalah yang menghantui.
Di balik aksi, pertarungan, dan darah, film ini berbicara tentang penyesalan, cinta keluarga, dan harga dari sebuah pengampunan. Film ini tidak hanya menampilkan adu fisik, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosi yang membuat kisahnya terasa relevan dan menyentuh.
Proses syuting Dosa Terakhir berlangsung 10 hari di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sutradara Seno Vegaz menjelaskan menjelaskan “Kami ingin membuktikan dengan disiplin, visi kuat, dan kerja tim solid, film berkualitas bisa lahir meskipun dengan waktu produksi yang singkat. Energi para pemain luar biasa, terutama Willy dan Leon yang total di adegan laga maupun drama,” ujar sutradara Dosa Terakhir Seno Vegaz dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Senin, (13/10).
Seno juga mengungkapkan alasannya mempertemukan dua generasi Dozan dalam satu film.
“Willy Dozan adalah simbol dedikasi dan disiplin di dunia film laga. Leon mewarisi semangat itu, tapi dengan pendekatan emosional yang lebih dalam. Pertemuan mereka di satu frame bukan cuma simbol ayah dan anak tapi juga simbol dua era perfilman action Indonesia yang bersatu,” ujarnya.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Film ini tidak hanya menyajikan adegan laga yang menegangkan, tetapi juga berani mengeksplorasi sisi manusiawi dan emosional dari seorang pejuang yang berupaya menebus masa lalunya.
Salah satu keseruan dihadirkan platform streaming Catchplay+ lewat program Spooktober: Nonton Horor Bareng Catchplay+ di Pakuwon Mall Bekasi hingga 2 November.
JACKIE Chan kembali dengan film aksi terbarunya, The Shadow’s Edge. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Larry Yang ini, sekilas mengingatkan pada film klasik The Police Story,
Disutradarai oleh Seno Vegaz, Dosa Terakhir menampilkan kolaborasi langka antara Willy Dozan dan Leon Dozan, ayah dan anak yang kini beradu akting dalam satu layar.
POLISI akan meminta keterangan dari putra aktor Willy Dozan, Leon Dozan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya, Rinoa Aurora Senduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved