Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Layar Digi-Alfamart Hadirkan Bioskop Sampai ke Daerah

Naufal Zuhdi
09/2/2026 20:05
Layar Digi-Alfamart Hadirkan Bioskop Sampai ke Daerah
Ilustrasi(Layar Digi)

Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Data menunjukkan hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop, sementara sebagian besar masyarakat, terutama di luar pusat kota, belum terlayani oleh infrastruktur layar lebar.

Menjawab kondisi tersebut, Layar Digi secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan jaringan ritel nasional Alfamart melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan solusi hiburan digital yang lebih merata dan inklusif dengan memanfaatkan jaringan gerai Alfamart yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Melalui kerja sama ini, ruang-ruang strategis di lantai dua gerai Alfamart yang dinilai memiliki potensi optimal akan dimanfaatkan sebagai titik pemutaran Micro Cinema berbasis teknologi digital dari Layar Digi. Konsep layar tancap modern ini memungkinkan masyarakat menikmati beragam konten, mulai dari film, tayangan edukatif, promosi UMKM, hingga karya kreatif anak bangsa, tanpa bergantung pada jaringan bioskop besar maupun layanan streaming berbayar.

CEO Layar Digi, Victor Timothy, mengatakan kolaborasi dengan Alfamart merupakan langkah strategis dalam misi membuka akses hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Hiburan tidak seharusnya bersifat eksklusif. Lewat kolaborasi ini, kami ingin menjembatani kesenjangan akses hiburan sekaligus memperkuat ekosistem kreatif Indonesia,” ujar Victor dalam keterangan pers, Senin (9/2).

Menurutnya, kemitraan ini menegaskan pentingnya menjadikan hiburan sebagai bagian dari infrastruktur sosial. Dengan memanfaatkan ekosistem ritel Alfamart, distribusi konten dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat dan merata.

“Ini bukan sekadar tontonan, tetapi jembatan yang mempertemukan cerita, budaya, dan masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan,” tambah Victor.

Bagi masyarakat, Alfamart selama ini dikenal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dan pusat aktivitas komunitas. Melalui kolaborasi dengan Layar Digi, gerai Alfamart juga akan bertransformasi menjadi ruang kebersamaan baru—tempat masyarakat berkumpul, menonton, berinteraksi, sekaligus mendukung karya kreatif lokal.

Presiden Direktur Alfamart, Hans Prawira, menilai inisiatif ini sejalan dengan peran Alfamart sebagai toko komunitas.

“Melalui kolaborasi ini, gerai Alfamart tidak hanya memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menjadi ruang edukasi, interaksi, dan hiburan yang lebih inklusif bagi keluarga Indonesia,” jelas Hans.

Pada tahap awal, gerai Alfamart Agricola di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, ditetapkan sebagai lokasi percontohan layanan Micro Cinema Layar Digi. Layanan ini direncanakan mulai beroperasi pada Maret 2026 dan akan menjadi fondasi pengembangan di gerai-gerai Alfamart lainnya. Ke depan, ekspansi akan menyasar sekitar 50 kota strategis di Indonesia dengan proyeksi menjangkau lebih dari 500.000 penonton langsung pada fase awal pengembangan.

Selain sebagai sarana hiburan, kehadiran Layar Digi juga diarahkan menjadi platform lintas sektor. Komunitas pendidikan dapat memanfaatkan layar ini sebagai media pembelajaran interaktif, sementara pelaku industri kreatif memperoleh ruang baru untuk memperluas jangkauan konten mereka ke publik yang lebih beragam, tidak hanya terpusat di kota besar.

Kemitraan ini turut mendukung visi Layar Digi dalam memperkuat diplomasi budaya melalui industri kreatif. Model kolaborasi lintas sektor antara swasta dan pelaku kreatif ini diharapkan menjadi contoh peran dunia usaha dalam pembangunan sosial dan budaya.

Founding Member sekaligus Business & Expansion Lead Layar Digi, Hizkia Edbert Wijaya, menjelaskan konsep Micro Cinema dirancang untuk menghadirkan pengalaman menonton layar lebar dalam skala kecil dengan kualitas audio visual tetap optimal.

“Micro Cinema adalah alternatif hiburan yang praktis dan fleksibel. Kami menghadirkan pengalaman menonton yang nyaman dan modern, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan komunitas lokal,” tutur Hizkia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya