Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH 15 tahun menjauh dari genre horor, Reza Rahadian akhirnya kembali, bukan sekadar untuk menakut-nakuti penonton, tetapi untuk menawarkan kisah yang lebih dalam tentang manusia, luka batin, dan perlawanan terhadap kekuasaan. Comeback itu ia lakukan lewat film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Dalam sesi tanya jawab bersama media, Reza mengungkapkan bahwa film ini menjadi proyek horor keduanya dalam kurun waktu satu setengah dekade terakhir. Jeda panjang tersebut, menurutnya, bukan tanpa alasan. Ia dikenal sangat selektif memilih peran, terutama di genre horor yang kerap terjebak pada pola dan formula berulang.
“Saya cukup lama vakum dari film horor. Dan ketika terlibat di Suzana ini, saya melihat ceritanya bukan horor yang biasa,” ujar Reza.
Yang membuat Reza tertarik, kata dia, adalah cara film ini memosisikan Suzzanna bukan semata sebagai sosok menyeramkan, melainkan sebagai manusia seutuhnya. Suzzanna digambarkan mengalami tekanan, ketidakadilan, dan luka batin yang mendalam, sebuah perjalanan psikologis yang kemudian melahirkan keputusan-keputusan besar dengan dampak luas.
“Ini cerita tentang manusia yang tertindas. Manusia yang terluka, lalu mengambil keputusan-keputusan yang luar biasa dampaknya,” kata Reza.
Tema perlawanan terhadap kekuasaan menjadi elemen yang paling menggugah minatnya. Konflik tersebut dinilai relevan dengan realitas sosial yang terjadi di berbagai belahan dunia, menjadikan film ini bukan hanya tontonan hiburan, tetapi juga ruang refleksi. Bagi Reza, horor di film ini hadir sebagai konsekuensi, bukan tujuan utama.
Ia bahkan mempertanyakan kembali batasan genre itu sendiri.
“Is it a horror film? In a way, iya. Tapi di sisi lain, ini cerita tentang manusia,” ujarnya.
Ketika disinggung soal kemungkinan kembali bermain di film horor setelah Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Reza tak memberi kepastian. Baginya, genre bukan faktor utama, cerita dan nilai yang dibawa jauh lebih menentukan.
“Semua tergantung ceritanya. Kalau ada cerita yang menyentuh wilayah-wilayah tertentu yang menurut saya penting, mungkin saya akan ambil. Tapi tidak menentu,” ungkapnya.
Melalui film ini, Reza Rahadian bukan hanya menandai kepulangannya ke genre horor, tetapi juga ikut memperluas maknanya. Teror tak lagi sekadar alat untuk menakut-nakuti, melainkan medium untuk membicarakan manusia, tekanan, dan keberanian melawan ketidakadilan. (Z-10)
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
“Proses kolaborasi yang sangat menyenangkan. Kami bertukar pikiran, sama-sama berpikir kira-kira apa adegan demi adegan yang perlu kami bangun sama-sama,"
Reza Rahadian dan Rio Dewanto bermain dalam film terbaru berjudul Keadilan (The Verdict), yang menjadi kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan.
Film Pangku yang disutradarai Reza Rahadian pun dibawa memenangkan empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
FILM Pangku, karya penyutradaraan perdana Reza Rahadian ditetapkan untuk penonton berusia 17 tahun ke atas oleh LSF
Reza Rahadian memberi bocoran kalau di dalam adegan di film Pangku tersebut terdapat karakter Yuna yang diperankan Nazyra C Noer (Bubu) dan Bayu yang diperankan aktor cilik Shakeel Fauzi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved