Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR yang bermain di film horor Siksa Kubur, Reza Rahadian, mengaku tak pernah mencoba mempertanyakan hal-hal yang terkait dengan agama. Termasuk soal benar ada atau tidaknya siksa kubur. Sebagai seorang muslim, ia percaya bahkan akan hal yang harus dilalui setiap manusia setelah kematian.
Reza mengaku tidak mau mendebat sesuatu yang ada di dalam agama dan yang dipercaya atau diyakini. Sebagai muslim, Reza juga menyebut ia enggan mendebat misalnya kenapa ada aturan-aturan tertentu.
“Saya maunya mempelajari lebih dalam saja untuk saya bisa memahami. Jadi saya enggak mau mendebat itu. Itu lah kenapa saya enggak pernah tuh, punya pertanyaan-pertanyaan yang saya pikirkan tentang setelah kematian tuh apa yang akan terjadi? Yang saya pikirkan selama saya masih bisa hidup dan bernapas dan dikasih Tuhan kelebihan berupa napas dan kehidupan, ya sudah lakukanlah yang sebaik-baiknya sebagai manusia,” kata Reza Rahadian saat sesi Content Day di kantor Come and See Pictures, Jakarta Selatan, Rabu, (27/3).
Baca juga : Joko Anwar Siapkan Film Siksa Kubur untuk Tayang Tahun Depan
“Ada doa bahwa kita minta pengampunan atas dosa-dosa yang kita perbuat dan yang akan kita perbuat. Jadi sebagai manusia kayaknya nggak mungkin kita nggak berbuat dosa. Pasti akan ada saja dosa-dosa lain. Dan saya lebih percaya selama masih bisa hidup ya sebisa mungkin just be kind, be gentle to everyone,” sambungnya.
Saat ditanya apakah ia percaya adanya siksa kubur seperti halnya tema di film yang ia mainkan, Reza menjawab dirinya percaya akan ada hal yang dilalui manusia setelah mati. “Bentuk siksanya seperti apa, saya enggak tahu. Tapi saya percaya ada sesuatu setelah kematian,” ujar Reza.
Film horor Siksa Kubur yang disutradarai Joko Anwar dibintangi Reza Rahadian bersama di antaranya Faradina Mufti, Widuri Puteri, Muzakki Ramdhan, Fachri Albar, Happy Salma, Christine Hakim, dan Slamet Rahardjo. Film tersebut akan tayang pada momen lebaran, 11 April 2024.
Baca juga : Akhirnya Main Film Horor Lagi, Ini Alasan Reza Rahadian Bintangi Siksa Kubur
Reza menilai film Siksa Kubur akan menjadi momen reflektif bagi keluarga yang menonton. Selain bergenre horor, disebutnya film Siksa Kubur juga memiliki tema keluarga, tentang kehilangan anggota keluarga yang sangat berarti bagi kedua anak.
“Jadi ketika ditonton bersama saat lebaran nanti, saya rasa momen reflektif itu bukan hanya personal tapi terhadap misalnya apa yang sudah saya lakukan atau perbuat untuk orangtua saya, misalnya sesederhana itu. Atau buat saudaranya, atau buat tetangganya, saya sudah lakuin apa saja ya, buat keluarga. Refleksinya ada di situ sih. Tidak melulu tentang 'dosa apa aja yang udah diperbuat ya,' nggak melulu hanya di level itu. Tapi lebih dalam lagi, mempertanyakan tentang apa yang sudah saya lakukan sebenarnya dalam hidup karena bertanya tentang diri sendiri,” tutupnya.
(Z-9)
“Proses kolaborasi yang sangat menyenangkan. Kami bertukar pikiran, sama-sama berpikir kira-kira apa adegan demi adegan yang perlu kami bangun sama-sama,"
Reza Rahadian dan Rio Dewanto bermain dalam film terbaru berjudul Keadilan (The Verdict), yang menjadi kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan.
Film Pangku yang disutradarai Reza Rahadian pun dibawa memenangkan empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
FILM Pangku, karya penyutradaraan perdana Reza Rahadian ditetapkan untuk penonton berusia 17 tahun ke atas oleh LSF
Reza Rahadian memberi bocoran kalau di dalam adegan di film Pangku tersebut terdapat karakter Yuna yang diperankan Nazyra C Noer (Bubu) dan Bayu yang diperankan aktor cilik Shakeel Fauzi.
Dalam film Niken berperan sebagai ibu hamil dan dituntut melakukan adegan aksi
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved