Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan perekonomian Indonesia terus mempertahankan momentum positif. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu memaparkan, hal itu terlihat dari beberapa indikator. Indikator itu antara lain PMI manufaktur yang terus ekspansif, neraca perdagangan yang tetap surplus, dan inflasi yang tetap terjaga. Hal tersebut didukung oleh kuatnya permintaan domestik.
“Kita terus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang terarah, termasuk stimulus kuartal IV/2025, sekaligus mendorong ekspor yang bernilai tambah dan menjaga ketahanan sektor padat karya untuk mengoptimalkan kontribusi pada ekonomi nasional,” ujar Febrio dalam keterangannya, Selasa (2/12).
Ia menjabarkan, aktivitas manufaktur Indonesia terus menunjukkan penguatan selama empat bulan terakhir. PMI Manufaktur Indonesia tercatat ekspansif pada November 2025 di level 53,3. Menurutnya, peningkatan signifikan atas permintaan domestik menjadi faktor pendorong utama. Hal itu turut mendukung peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan aktivitas pembelian menjelang akhir tahun. Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia juga mencatatkan ekspansi, seperti India (57,4) dan Amerika (51,9). Di kawasan, negara-negara ASEAN menunjukkan penguatan aktivitas industri seperti, Thailand (56,8), Vietnam (53,8), dan Malaysia (50,1).
"Ekspansi di negara mitra dagang utama mengindikasikan peningkatan momentum permintaan yang berpotensi mendukung kinerja ekspor Indonesia ke depan," jelas Febrio.
Sementara itu, lanjutnya, kinerja perdagangan Indonesia hingga Oktober 2025 menunjukkan fondasi ekonomi yang kuat dan optimis. Neraca perdagangan mencatatkan surplus impresif sebesar US$35,9 miliar atau tumbuh sebesar 44,1% (ctc) sepanjang periode Januari–Oktober 2025. Utamanya disumbang oleh surplus sektor nonmigas senilai US$51,5 miliar.
Total nilai ekspor Indonesia secara kumulatif mencapai US$234,0 miliar, naik 7,0% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan signifikan ekspor nonmigas sebesar 8,4%.
"Optimisme itu diperkuat oleh pertumbuhan sektor-sektor kunci, di mana ekspor nonmigas hasil industri pengolahan naik 15,8% dan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan melonjak 28,6%," jelasnya.
Peningkatan impor barang modal sebesar 18,7% selama periode yang sama juga menjadi sinyal positif akan perluasan kapasitas produksi dan investasi yang berkelanjutan. Dengan capaian ini, katanya, Indonesia kian menunjukkan ketahanan sektor eksternalnya dan peran yang semakin strategis dalam perdagangan global.
Sementara itu, inflasi November tercatat melambat ke 2,72% (yoy), lebih rendah dari Oktober 2,86% (yoy), sejalan dengan meredanya tekanan Volatile Food (VF) yang turun ke 5,48% (yoy) dari 6,59% (yoy).
Perbaikan ini didukung oleh berbagai langkah stabilisasi harga pangan yang terus konsisten dilakukan sehingga beberapa harga komoditas mulai menurun, seperti beras, cabai merah, dan daging ayam.
"Meskipun begitu, pemerintah terus mengantisipasi terjadinya gejolak harga seiring masuknya musim hujan yang dapat berdampak pada produksi pangan," paparnya.
Sementara itu, inflasi inti bergerak stabil pada level 2,36% (yoy) yang mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga. Inflasi Administered Price (AP) tetap terkendali rendah meskipun sedikit meningkat menjadi 1,58% (yoy) dari 1,45% (yoy). Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan tarif angkutan udara seiring bertambahnya permintaan.
Kemenkeu memastikan pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan mendorong daya saing ekspor nasional. Selain itu menjaga pasokan domestik terutama memastikan ketersediaan pangan agar tercipta harga yang stabil.
"Pemerintah terus mencermati dinamika perekonomian global serta menyiapkan langkah untuk terus mendorong peningkatan daya saing produk ekspor nasional, keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, serta diversifikasi mitra dagang utama melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional," kata Febrio.
Pemerintah, lanjutnya, juga akan terus memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan masyarakat menjelang hari besar keagamaan basional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
"Termasuk dalam penyediaan untuk mencukupi kebutuhan program prioritas pemerintah di tengah tantangan gangguan cuaca. Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga akibat cuaca ekstrem, di antaranya melalui operasi pasar, penguatan stok, cadangan pangan, dan intervensi harga," tutupnya. (E-3)
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dunia usaha menilai pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 belum sepenuhnya mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang optimal.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memangkas insentif pajak meskipun nilai belanja perpajakan terus meningkat.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menegaskan posisinya sebagai fondasi utama perekonomian Indonesia.
KPK menyatakan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan meminta uang sebesar Rp1 miliar sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan.
Menkeu Purbaya targetkan tax ratio 11–12% pada 2026, optimistis penerimaan pajak membaik seiring pemulihan ekonomi dan perkuat pertumbuhan DJP.
Kasus ini menjadi sorotan tajam lantaran melibatkan konflik agraria antara warga sipil dan entitas pengelola aset negara yang berakhir pada dugaan praktik rasuah di meja hijau.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Asep menjelaskan, KPP Madya sejatinya sudah memeriksa nilai lebih bayar pajak PT BKB. Sejatinya, ada Rp49,47 miliar kelebihan bayar dengan koreksi fiskal sebesar Rp1,14 miliar.
Selain Mulyono, KPK juga mengamankan satu petugas pajak serta satu pihak swasta. Pihak swasta tersebut merupakan wajib pajak dari PT BKB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved