Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Tindak Aksi Kemplang Pajak

02/2/2026 05:00

DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi. Pekan lalu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya praktik penghindaran pajak berskala besar di sektor perdagangan tekstil.

Nilai omzet yang disembunyikan itu tidak tanggung-tanggung, mencapai Rp12,49 triliun. Modusnya pun terbilang istimewa dan cukup sistematis, omzet usaha itu disamarkan melalui rekening karyawan atau rekening pribadi untuk menampung transaksi penjualan ilegal.

Praktik jahat seperti ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Mengapa? Karena tindakan itu pasti akan memunculkan predatory pricing. Pengusaha yang tidak membayar pajak bisa menjual barang jauh lebih murah ketimbang pengusaha yang taat aturan.

Akibatnya, industri yang legal dan taat pajak justru akan kalah bersaing. Dari sisi eksternal, mereka sudah dihantam oleh produk-produk impor murah yang amat mudah masuk ke pasar domestik. Dari internal, kondisi para pengusaha tekstil lokal itu makin dijungkalkan oleh ulah para pengusaha nakal tersebut.

Hasilnya seperti yang bisa kita lihat saat ini, industri tekstil satu per satu berguguran. Banyak dari mereka yang gulung tikar dan terpaksa melakukan PHK. Dengan kata lain, pelaku kejahatan pajak itu secara tidak langsung telah ikut 'membunuh' industri nasional dan mematikan periuk nasi ribuan pekerja.

Sementara itu, pemerintah yang selama ini menggelontorkan insentif untuk menolong industri, kini mesti dipusingkan dengan usaha keras menambal mega-kebocoran yang justru merusak ekosistem dari dalam.

Pada sudut pandang yang lain, kita juga bisa katakan bahwa ini bukan praktik kejahatan yang sepele. Di saat negara sedang mengejar penerimaan dan rasio pajak, kebocoran sebesar ini tidak bisa ditoleransi. Omzet Rp12,49 triliun yang tidak dilaporkan itu setara dengan hilangnya potensi penerimaan negara dari pajak yang sangat besar.

Karena itu, temuan PPATK tersebut tak boleh berhenti sebatas laporan yang dibiarkan menumpuk di atas meja. Bukan cerita baru bila laporan hasil analisis (LHA) PPATK sering kali tidak mendapat atensi dari penegak hukum dan menguap begitu saja tanpa tindak lanjut yang transparan. Penanganan kasus ini mesti berbeda dengan yang sudah-sudah, harus direspons serta ditindaklanjuti dengan serius dan langkah terukur.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hendaknya segera melakukan pemeriksaan bukti permulaan dan penyelidikan. Namun, pastikan pada tindakan tersebut tidak boleh ada negosiasi 'bawah meja'. Kita harus ingatkan betul soal itu karena masih ditemukan di sana-sini kasus-kasus perpajakan yang berakhir melalui kesepakatan di bawah meja.

Selanjutnya, bila ditemukan ada indikasi tidak pidana pencucian uang (TPPU) melalui rekening-rekening nominee yang digunakan, misalnya, polisi dan kejaksaan harus masuk. Tidak sekadar untuk menindak pelaku kejahatannya, tapi juga demi kepentingan pengejaran aset guna memulihkan kerugian negara.

Sekali lagi, kasus penghindaran pajak di industri tekstil dengan modus penyembunyian omzet itu adalah ujian nyata bagi integritas penegakan hukum perpajakan di era pemerintahan baru. Publik menanti taring aparat untuk memberantas sekaligus menyudahi aksi para pencoleng pajak tersebut.

Membiarkan para pengemplang pajak ini bebas berkeliaran sama artinya dengan membiarkan negara dirampok dan buruh tekstil kehilangan mata pencarian. Tindak tegas sekarang sebelum industri tekstil nasional benar-benar tinggal nama.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik