Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jalan Bimbang Akhiri Politik Uang

20/11/2025 05:00

PRAKTIK politik uang dalam pemilu sudah begitu menggurita. Ia menyebar ke berbagai lini secara masif dan mencengkeram dengan begitu kuat. Namun, para politikus rupanya lebih tertarik mengurusi sistem pemilu proporsional terbuka dan tertutup dalam pembahasan Undang-Undang Pemilu.

Persoalan sistem pemilu bukannya tidak relevan untuk digodok dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu. Publik juga tidak menolak pembahasan tersebut, mengingat proporsional terbuka dan tertutup akan menentukan apakah pemilih memilih langsung individu calon anggota legislatif (caleg) atau sebaliknya.

Dengan proporsional terbuka, pemilik suara dapat memaksimalkan akuntabilitas caleg. Sebaliknya, dengan proporsional tertutup, sistem ini dapat memperkuat ideologi dan disiplin internal partai.

Akan tetapi, apakah kesibukan membedah sistem pemilu ini akan berfaedah dalam menuntaskan akar persoalan yang terus merusak fondasi demokrasi? Politik uang tidak boleh dibiarkan tumbuh tanpa pernah tersentuh aturan perundang-undangan.

Harus kita katakan, bila penyakitnya dibiarkan begitu saja tanpa pernah diobati, perubahan sistem apa pun namanya tidak akan mampu menyelamatkan demokrasi yang kian merapuh. Mereka yang terpilih lahir dari politik uang tidak akan segan untuk selamanya berlaku curang.

Demokrasi tidak lagi menjadi jalan bagi lahirnya pemimpin dan wakil rakyat yang bersih dan berkehendak tulus membela kepentingan publik. Sebaliknya, demokrasi menjelma menjadi alat pemuas nafsu para pemburu kekuasaan.

Suara rakyat diperlakukan selayaknya alat tukar. Dipakai ketika dibutuhkan, kemudian dibuang setelah kepentingan terpenuhi. Begitu pesta demokrasi usai, yang tersisa hanyalah janji-janji yang menguap, kepentingan publik kembali terpinggirkan.

Akibat maraknya politik uang yang terus berulang, dampaknya justru tidak baik bagi publik. Dalam salah satu penelitian terungkap bahwa masyarakat semakin permisif terhadap praktik politik uang. Jumlahnya terus meningkat. Besaran masyarakat yang mewajarkan politik uang, menurut Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, berada di kisaran 54,5% dalam periode akhir Februari 2024 hingga Juli 2024 atau naik sebesar 12,8% sejak 2006.

Aturan yang tidak ketat memang membuat rakyat menjadi terbiasa dengan politik uang semacam 'serangan fajar'. Apa yang diteliti Burhanuddin Muhtadi juga menjadi temuan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam survei yang dilakukan pada 2019.

Politik uang dapat terjadi sebelum, selama, atau bahkan pada hari pemungutan suara. Tujuannya ialah memengaruhi pemilih atau penyelenggara pemilu dengan memberikan imbalan berupa uang atau materi lainnya demi mendapatkan dukungan atau suara.

Oleh karena itu, Undang-Undang Pemilu beserta aturan turunannya harus bisa mencegah terjadinya praktik lancung tersebut. Itulah yang seharusnya menjadi skala prioritas para pembuat undang-undang, baik DPR maupun pemerintah.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tentu harus diperkuat, jangan menjadi macan ompong yang tidak bisa berbuat apa-apa. Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) harus benar-benar menjadi garda terdepan penegakan hukum tindak pidana pemilu, jangan cuma menjadi pajangan.

Fenomena jual beli suara (vote buying) dan mahar politik harus benar-benar dibasmi. Selama ini banyak kandidat tidak jarang mengumpulkan mahar politik lewat donasi dari berbagai pihak yang mengharapkan timbal balik pada saat sang calon akhirnya terpilih.

Melihat realitas tersebut, kondisi demokrasi Indonesia yang kian koruptif sudah selayaknya menjadi prioritas untuk dibereskan. Revisi Undang-Undang Pemilu harusnya menjadi peta jalan menyelenggarakan pemilu bersih dan menjunjung adab kejujuran masyarakat.

 



Berita Lainnya
  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.

  • Saatnya Mewujudkan Keadilan Sosial

    01/1/2026 05:00

    PERGANTIAN tahun telah menempatkan 2025 di masa lalu. Dalam lembaran baru, 2026 membentangkan jalan masa depan bangsa yang penuh simpangan dan tantangan. 

  • Akhiri Penegakan Hukum Minim Keadilan

    31/12/2025 05:00

    PENEGAKAN hukum dan pemenuhan keadilan merupakan syarat utama dalam negara demokrasi.