Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Jangan Biasakan Kesalahan

18/10/2025 05:00

GARA-GARA kesamaan nama, Iskandar ST harus menderita. Ketua Partai NasDem Sumatra Utara itu dipaksa turun dari pesawat GA 193 rute Kualanamu-Soekarno Hatta pada Rabu (15/10) malam. Ia disangka terlibat perkara scamming-judi online.

Belakangan polisi meminta maaf karena keliru dalam bertindak, nyaris menangkap orang yang tak bersalah. Meminta maaf dalam budaya Indonesia memang suatu perbuatan mulia. Namun, menggelandang orang hanya karena kesamaan nama membuktikan ada persoalan besar di tubuh kepolisian.

Publik tentu menuntut evaluasi menyeluruh agar tindakan ini tidak terulang karena menorehkan trauma mendalam bagi korban. Tidak boleh terulang karena polisi dengan outlook belanja sebesar Rp138,5 triliun pada 2025 sudah seharusnya bertindak profesional.

Dari sisi Iskandar, sang korban, pemaksaan keluar dari kabin pesawat secara terburu-buru, tanpa verifikasi identitas yang akurat, pastilah meninggalkan luka psikologis yang sulit dihapus. Ia telah dipermalukan di ruang publik. Di hadapan penumpang lain dan awak pesawat, Iskandar terstigmatisasi dan menanggung tuduhan sebagai tersangka judi online. Dalam hitungan menit, kehormatan pribadinya runtuh akibat kesalahan aparat dalam mencocokkan identitas.

Dari sisi aparat kepolisian, tindakan mereka yang tergesa-gesa mengidentifikasi tersangka berpotensi meruntuhkan kewibawaan institusi. Padahal, Polri sedang bersusah payah dalam memulihkan citra mereka agar dapat dipercaya oleh masyarakat.

Lembaga survei nasional Indikator Politik Indonesia melalui survei yang dilakukan dalam kurun waktu 16-21 Januari 2025 menunjukkan rendahnya penilaian masyarakat terhadap Polri. Dari 11 lembaga negara, aparat kepolisian menghuni tiga besar urutan terbawah.

Kalau kita merunut ke belakang, peristiwa salah tangkap pernah menimpa warga Cianjur, Jawa Barat. Pria berusia 45 tahun bernama Nyanyang Suherli disergap oleh anggota Polres Cianjur pada malam 2 Juni 2025. Ia bahkan mengalami luka lebam di berbagai bagian tubuh terutama wajah.

Peristiwa itu sempat viral di media sosial. Pihak polres lalu memeriksa tujuh anggotanya. Tiga orang diduga terlibat langsung dalam penganiayaan. Baik kepolisian maupun korban kemudian sepakat berdamai. Polres Cianjur bersedia menanggung semua biaya pengobatan.

Sementara itu, kasus dugaan salah tangkap yang dilakukan oleh Polres Magelang Kota terhadap peserta unjuk rasa Agustus 2025 kembali dibawa ke ranah hukum. Demonstrasi ketika itu untuk memprotes tunjangan perumahan yang didapat anggota DPR RI.

Pada Rabu (15/10), sekitar lima orangtua korban, ditemani oleh LBH Yogyakarta, mengajukan laporan resmi ke Polda Jawa Tengah. Laporan ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya orangtua DRP, 15, telah melaporkan penangkapan secara sewenang-wenang dan tanpa bukti.

Kembali ke insiden salah tangkap yang dialami Iskandar ST, pihak Polri tidak cukup sekadar meminta maaf. Bidpropam Polda Sumatra Utara yang tengah memeriksa empat anggotanya harus menjatuhkan sanksi manakala secara terang benderang terjadi pelanggaran.

Harus kita katakan tindak ceroboh itu mempertontonkan lemahnya koordinasi aparat dan mencederai rasa keadilan publik. Setiap orang bisa menjadi 'Iskandar berikutnya' jika sistem verifikasi, prosedur penangkapan, dan etika profesional tidak segera diperbaiki.

Negara hukum jangan membiasakan kesalahan. Polisi dituntut bekerja dengan akurasi dan bukan prasangka belaka. Salah tangkap, sekecil apa pun alasannya adalah bentuk pelanggaran karena setiap warga negara berhak atas perlakuan yang adil dan bermartabat.

Setiap tindakan aparat di lapangan harus mencerminkan semangat melindungi warga negara, bukan malah menakut-nakuti dan menebarkan trauma. Polri punya tugas utama menegakkan hukum, jangan malah membengkokkan aturan.



Berita Lainnya
  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.