Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Aksi Purbaya bukan Gimik Belaka

10/10/2025 05:00

PURBAYA Yudhi Sadewa menorehkan kesan kurang mengenakkan begitu dilantik sebagai menteri keuangan. Ia mengeluarkan kalimat yang terkesan mengabaikan suasana kebatinan masyarakat dan tidak sensitif terkait dengan Gerakan 17+8.

Ketika itu, Purbaya sesumbar akan menciptakan pertumbuhan ekonomi 6%-7% agar demonstrasi hilang karena rakyat sibuk cari kerja dan makan enak. Ucapan itu sontak menyulut kegaduhan, tetapi tidak berlangsung lama, karena Purbaya bergerak cepat dan mengaku salah.

Bak gayung bersambut, publik pun membukakan pintu maaf. Purbaya bisa langsung tancap gas menjalankan kerja-kerja sebagai bendahara negara. Energi masyarakat pun tidak tersita pada kontroversi dan perdebatan tanpa ujung.

Ketika suasana sudah kondusif dan tidak ada lagi pertentangan dengan masyarakat, Purbaya yang dijuluki 'si menteri koboi' terus melahirkan gebrakan dan terobosan. Sederet kebijakannya bahkan sudah mulai membikin pejabat negara geleng-geleng kepala.

Manuver pertamanya ialah menyuntikkan Rp200 triliun uang negara yang ada di Bank Indonesia ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menambah llikuiditas. Tujuannya ialah mendorong penyaluran kredit agar roda ekonomi kian kencang berputar dan sektor riil kembali bergairah.

Pada awal rencana penempatan dana, pihak perbankan sempat menyatakan keberatan dan mengaku hanya mampu menyerap Rp7 triliun. Namun, ia tetap teguh pada kebijakannya, seraya meminta pihak bank mencari sendiri cara untuk menyerap dana dari pemerintah.

Dalam keteguhannya itu, Purbaya seperti menabuh genderang dan menghidupkan alarm bahwa dalam urusan negara, kreativitas amatlah dibutuhkan. Pejabat bank pantang terlena dengan cara-cara lama, tetapi harus cerdik dan cerdas dalam menjemput solusi.

Meski demikian, Purbaya rupanya tidak berdiam begitu saja dan membiarkan Himbara berjalan sendiri. Ia rajin blusukan berbalut inspeksi mendadak (sidak). Ada dua bank milik negara yang sudah ia sambangi, yakni BNI pada 29 September dan Bank Mandiri pada 6 Oktober.

Purbaya ingin memastikan penempatan uang negara berjalan optimal. Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu seolah mengirim pesan dirinya tidak asal membuat kebijakan. Sebaliknya, ia ingin terlibat merasakan sendiri denyut tantangan yang dihadapi dunia perbankan.

Langkah Purbaya mengingatkan kita pada falsafah Ki Hadjar Dewantara, Tut wuri handayani. Ia membiarkan dunia perbankan berkreasi sendiri dalam melakukan penyerapan, seraya memberi dorongan dari belakang agar arah gerak mereka tetap terjaga di jalur yang benar.

Publik kini mendapat kesan positif terhadap suksesor Sri Mulyani itu. Ia bukan hanya pembuat kebijakan, melainkan juga pengiring perjalanan. Sidak Purbaya bukan untuk menghakimi, melainkan hendak memberi ruang tumbuh kepada jajaran direksi Himbara.

Sebagian publik ada yang menyangsikan gebrakan Purbaya itu. Mereka melihat sang menteri sekadar menggebrak tanpa lebih dulu menyelami duduk persoalan seretnya pemberian kredit di perbankan. Mereka yang mengkritik pun meminta Purbaya tidak meneruskan langkahnya tersebut.

Lagi-lagi Purbaya bergeming. Ia akan terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran dana ke Himbara. Saat tinjauan ke Himbara itu, Purbaya menyebut bahwa perbankan justru ingin digerojok dana lagi.

Publik yang semula apatis kini mulai menaruh harapan terhadap Purbaya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun, jawaban sesungguhnya akan terlihat setidaknya akhir tahun ini. Publik sangat berharap terobosan Purbaya bukan gimik belaka.

'Si menteri koboi' harus menjadi pemimpin tulen, tahu kapan waktunya menembak dan kapan saatnya menuntun. Publik butuh efek nyata, alih-alih sekadar efek kejut.

 



Berita Lainnya
  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.