Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Merangkul yang tengah Resah

05/8/2025 05:00

BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa. Itu bagian dari kebebasan berekspresi dan berpendapat yang merupakan hak asasi manusia (HAM) dan juga dilindungi oleh konstitusi.

Cara penyampaiannya memang tidak boleh melanggar rambu-rambu berupa ketentuan hukum yang berlaku. Namun, ketentuan hukum yang diterapkan pun masih bisa dinegosiasikan alias dikritik hingga digugat rakyat untuk diubah apabila dianggap mengekang HAM dalam berekspresi.

Pemasangan bendera One Piece yang marak menjelang peringatan Hari Kemerdekaan adalah bagian dari ekspresi masyarakat. Bendera berlambang Jolly Roger dalam anime One Piece tersebut sering diasosiasikan dengan kebebasan.

Dalam konteks Indonesia, bendera One Piece kerap disebut sebagai bentuk protes atas kehilangan kebebasan. Bendera itu menyuarakan kekecewaan atas kebijakan-kebijakan dan kondisi yang menyusahkan masyarakat.

Sesungguhnya protes lewat pemasangan bendera One Piece tidak ada bedanya dengan unjuk rasa yang biasa digelar di Patung Kuda, Jakarta. Bedanya, pemasang bendera One Piece tidak harus berpanas-panas, berorasi, ataupun berteriak-teriak menyuarakan pendapat.

Sayangnya, tidak sedikit yang bereaksi berlebihan atas fenomena pemasangan bendera bergambar kartun tengkorak dengan tulang bersilang itu. Ada yang menyebutnya sebagai provokasi untuk menjatuhkan pemerintah. Ada pula yang menyamakannya dengan aksi makar, bahkan sampai meminta pengibar bendera One Piece ditindak tegas.

Respons itu sama saja meminta pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi. Gejala alergi terhadap kritik mencuat. Mungkin karena terbiasa dengan hal ihwal yang bersifat monolitik, jadi sukar menerima kemungkinan bahwa banyak juga masyarakat yang berbeda dalam menginterpretasikan situasi.

Mestinya tidak perlu merasa risih, apalagi ketika pengibaran bendera anime tersebut tidak melanggar ketentuan pemasangan bendera. Ketentuan undang-undang hanya melarang pengibaran bendera organisasi terlarang, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Islamic State (IS), dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Larangan juga berlaku untuk bendera gerakan separatisme, yakni bendera Bintang Kejora Papua Merdeka, bendera Gerakan Aceh Merdeka, dan bendera Republik Maluku Selatan (RMS).

Ketimbang bereaksi keras, akan lebih baik jika pemerintah merespons dengan lebih mendengar apa yang menjadi keresahan dan kekecewaan masyarakat. Ketika sopir-sopir memasang bendera One Piece di belakang bak truk, barangkali mereka sudah putus asa menghadapi pungli yang tidak kunjung sirna.

Pada saat masyarakat memasang bendera One Piece di pagar rumah, mungkin saja mereka tengah kesal menghadapi kenyataan rekening tabungan mereka diblokir hanya karena tidak ada transaksi. Anak-anak muda bisa memasang stiker bendera One Piece di berbagai medium karena frustrasi sulit mendapatkan pekerjaan.

Kalaupun ada indikasi pelanggaran hukum, luruskan dahulu, ajak untuk menyimak ketentuan undang-undang. Misalnya, menurut Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, pada Pasal 21 disebutkan bahwa Bendera Negara yakni Merah Putih dibuat lebih besar dan dipasang lebih tinggi daripada bendera atau panji organisasi.

Jadi, ketika mengibarkan atau memasang Bendera Negara wajib dilakukan pada peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus, sesuai ketentuan Pasal 7, bukan berarti bendera One Piece tidak boleh. Yang terpenting ialah mematuhi rambu-rambu hukum yang diterapkan yang merupakan penghormatan terhadap Bendera Negara.

Penguasa yang bijak mendengarkan kritik dan menyingkirkan ketakutan rakyat. Keraslah dalam menindak koruptor, sebaliknya rangkul masyarakat yang mengungkapkan kekecewaan. Mereka juga anak bangsa yang boleh jadi cinta mereka kepada bangsa sangat menyala-nyala, cuma berbeda dalam mengekspresikannya.

 



Berita Lainnya
  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.

  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.