Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Menampung Warga Gaza

10/4/2025 05:00

PEMERINTAH Indonesia bakal menampung warga Gaza. Hal itu ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Padahal kabar itu sempat dibantah mentah-mentah Menteri Luar Negeri Sugiono.

Kini, Presiden Prabowo tengah melawat ke empat negara di Timur Tengah, yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Qatar, dan Yordania, juga Turki, untuk melobi dan meminta persetujuan bagi langkah tersebut. Sebanyak 1.000 warga Gaza bakal dievakuasi ke Indonesia untuk gelombang pertama. Itu artinya bakal ada gelombang kedua, ketiga, dan seterusnya. Jumlahnya sudah pasti beribu-ribu.

Memang sedikit ada perbedaan dengan kabar yang beredar sebelumnya. Media Israel yang dikutip media dalam negeri sebelumnya menyebut bakal ada relokasi tahap awal 100 warga Gaza ke Indonesia. Di sisi lain, atas dasar kemanusiaan, Presiden Prabowo menyebut mereka yang akan dievakuasi ialah warga Gaza yang terluka, trauma, dan anak-anak yatim piatu.

Namun, apa pun bahasanya, intinya tetap sama menampung warga Gaza. Memang, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa upaya menampung warga Gaza itu hanya sementara. Warga Gaza itu akan dipulangkan begitu mereka pulih dan kondisi wilayah tersebut sudah memungkinkan untuk ditempati.

Kita apresiasi langkah Kepala Negara itu, karena langkah kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari ikut serta memelihara perdamaian dunia. Namun, Presiden harus memastikan bahwa ada ketegasan soal durasi mereka tinggal di Indonesia, juga memastikan bahwa pemerintah memiliki kesanggupan merawat mereka dan menjaga situasi agar tidak terjadi gesekan.

Di sisi lain, keputusan Presiden ini juga perlu dikritisi. Jika negara-negara yang dikunjungi Presiden memberi lampu hijau, apa langkah selanjutnya setelah mereka yang dievakuasi sembuh?

Tidak ada jaminan Gaza akan segera pulih dalam waktu dekat. Pun, tidak ada garansi Israel bakal mengizinkan mereka untuk kembali, karena memang keluarnya mereka dari Jalur Gaza saat ini menjadi prioritas Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS).

Jika demikian yang terjadi, bagaimana nantinya nasib ribuan warga Gaza yang telah dievakuasi tersebut? Apakah nantinya mereka bakal tetap berada di Indonesia? Apakah pemerintah memiliki kesanggupan untuk menafkahi mereka? Ini pertanyaan-pertanyaan yang harus menjadi bagian dari roadmap untuk mengevakuasi warga Gaza tersebut.

Mesir saja yang menjadi prioritas utama AS untuk menjadi tempat relokasi tegas-tegas menolak menerima warga Gaza. Padahal, jarak Mesir dengan Gaza hanya belasan kilometer, cuma 'sepelemparan batu'. Adapun jarak Gaza ke Indonesia hampir 10 ribu kilometer. Karena itulah, pemerintah Indonesia harus mengirim pesawat untuk mengangkut warga Gaza ke Tanah Air.

Mesir lebih memilih membangun kembali infrastruktur Gaza tanpa harus memindahkan penduduknya. Mesir kini tengah menggalang dukungan untuk membangun kembali infrastruktur di Gaza.

Sikap serupa juga ditunjukkan Yordania, yang seperti halnya Mesir, banyak mengandalkan bantuan AS di bidang ekonomi dan militer. Di depan Presiden AS Donald Trump, secara langsung Raja Yordania Pangeran Abdullah tegas-tegas menyampaikan penolakannya tersebut.

Karena itu, wajar bila ada yang bertanya mengapa Presiden Prabowo menerima skema warga Gaza ditampung di Indonesia, meski atas dasar kemanusiaan. Di samping itu, mengevakuasi ribuan warga Gaza bisa diartikan mendukung langkah pembersihan etnis di Gaza oleh Israel. Mencabut warga Gaza dari tanah mereka juga melanggar hukum internasional yang sudah dikecam oleh banyak negara, PBB, dan Uni Eropa yang selama ini menjadi sekutu AS dan Israel.

Warga Gaza sendiri lebih memilih untuk bertahan di tanah mereka dan berharap banyak negara menolak langkah relokasi tersebut.

Banyak opsi lain dalam mendukung warga Gaza. Misalnya, bergabung dengan Mesir dan bersama-sama menggalang negara-negara lain untuk membangun infrastruktur Gaza. Indonesia juga sudah memiliki kapal rumah sakit TNI KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 di Mesir. Indonesia bisa menambah rumah sakit sejenis.

Intinya, meskipun untuk urusan kemanusiaan, dalam kondisi saat ini, upaya mencerabut warga Gaza dari wilayah mereka perlu dipertimbangkan kembali. Kalaupun toh akhirnya warga Gaza jadi ditampung, harus dipastikan bahwa itu hanya sementara dan pada waktunya mereka benar-benar bisa kembali ke tanah airnya.

 



Berita Lainnya
  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.