Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Keniscayaan Pilpres Dua Putaran

18/1/2024 21:00

KAMPANYE pemilihan presiden (pilpres) satu putaran yang digaungkan kencang oleh kubu kandidat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak pernah surut. Pilpres satu putaran terus dinarasikan dan didesain secara masif demi memprovokasi pemilih.

Berbagai rekayasa pun diduga dilakukan untuk mengegolkan rencana itu. Narasi itu direkayasa salah satunya melalui sejumlah hasil survei untuk mengatakan bahwa bila terjadi satu putaran, itu adalah hasil pilihan rakyat dan legitimate. Tidak cukup sampai di situ, rekayasa melalui kecurangan dan pelanggaran netralitas aparatur negara juga tanpa malu mereka lakukan.

Akan tetapi, realitas hari ini berkata lain. Peluang terjadinya pilpres satu putaran kian menjauh dari kehendak dan harapan pihak yang sedari awal ngotot mengupayakannya. Narasi pilpres dua putaran justru semakin menguat setelah sejumlah lembaga survei menunjukkan elektabilitas paslon nomor urut 2 mentok di bawah 50%. Bahkan, ada hasil survei yang memperlihatkan suara mereka menurun ke bawah 40%.

Hasil survei-survei tersebut secara tegas mengonfirmasi bahwa pilpres dua putaran hampir pasti jadi keniscayaan. Apalagi, di saat yang sama, tren elektabilitas kandidat lain, terutama paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) terus menanjak. Pasangan Amin bahkan diyakini bakal memenangi Pilpres 2024 bila pilpres bergulir dua putaran.

Indikasi lain dari menipisnya peluang pilpres satu putaran bisa dilihat dari manuver Presiden Joko Widodo yang memutuskan 'turun gunung' demi mengangkat suara Prabowo-Gibran. Jokowi yang merupakan tokoh kunci di balik kubu paslon nomor urut 2 sekaligus ayah dari cawapres Gibran itu belakangan kembali terlihat ikut cawe-cawe.

Ia bahkan tak sungkan mempertaruhkan netralistasnya dan netralitas aparatus di bawahnya demi mengerek lagi elektabilitas Prabowo-Gibran yang mentok di kisaran 40%. Ia pun barangkali bakal rela menggadaikan kewibawaan negara asalkan pasangan yang ia sokong bisa menang dalam satu putaran.

Namun, fakta dan data membuktikan bahwa kehendak Jokowi dan kubu paslon nomor urut 2 itu kini berlawanan dengan kehendak rakyat. Boleh saja mereka terus menarasikan, mendesain, menciptakan rekayasa untuk mewujudkan pilpres satu putaran, tapi rakyat juga tak bisa dibodohi dan dimanipulasi.

Kiranya rakyat sudah paham dan sadar bahwa narasi pilpres satu putaran yang digaungkan sembari mengerahkan segala daya dan upaya, termasuk dengan cara-cara kotor, untuk memenangkan kontestasi justru berbahaya bagi masa depan demokrasi. Upaya yang menihilkan proses secara alamiah seperti itu hanya akan menjadikan demokrasi kita rusak dan tuna-adab.

Kehendak untuk pilpres dua putaran jelas lebih autentik, terlebih bila melihat konstelasi elektabilitas setiap paslon terkini yang tergambar dari hasil survei sejumlah lembaga. Dengan kata lain, celah peluang pilpres satu putaran sudah tertutup. Pilpres dua putaran adalah keniscayaan.



Berita Lainnya
  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.