Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMPANYE pemilihan presiden (pilpres) satu putaran yang digaungkan kencang oleh kubu kandidat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak pernah surut. Pilpres satu putaran terus dinarasikan dan didesain secara masif demi memprovokasi pemilih.
Berbagai rekayasa pun diduga dilakukan untuk mengegolkan rencana itu. Narasi itu direkayasa salah satunya melalui sejumlah hasil survei untuk mengatakan bahwa bila terjadi satu putaran, itu adalah hasil pilihan rakyat dan legitimate. Tidak cukup sampai di situ, rekayasa melalui kecurangan dan pelanggaran netralitas aparatur negara juga tanpa malu mereka lakukan.
Akan tetapi, realitas hari ini berkata lain. Peluang terjadinya pilpres satu putaran kian menjauh dari kehendak dan harapan pihak yang sedari awal ngotot mengupayakannya. Narasi pilpres dua putaran justru semakin menguat setelah sejumlah lembaga survei menunjukkan elektabilitas paslon nomor urut 2 mentok di bawah 50%. Bahkan, ada hasil survei yang memperlihatkan suara mereka menurun ke bawah 40%.
Hasil survei-survei tersebut secara tegas mengonfirmasi bahwa pilpres dua putaran hampir pasti jadi keniscayaan. Apalagi, di saat yang sama, tren elektabilitas kandidat lain, terutama paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) terus menanjak. Pasangan Amin bahkan diyakini bakal memenangi Pilpres 2024 bila pilpres bergulir dua putaran.
Indikasi lain dari menipisnya peluang pilpres satu putaran bisa dilihat dari manuver Presiden Joko Widodo yang memutuskan 'turun gunung' demi mengangkat suara Prabowo-Gibran. Jokowi yang merupakan tokoh kunci di balik kubu paslon nomor urut 2 sekaligus ayah dari cawapres Gibran itu belakangan kembali terlihat ikut cawe-cawe.
Ia bahkan tak sungkan mempertaruhkan netralistasnya dan netralitas aparatus di bawahnya demi mengerek lagi elektabilitas Prabowo-Gibran yang mentok di kisaran 40%. Ia pun barangkali bakal rela menggadaikan kewibawaan negara asalkan pasangan yang ia sokong bisa menang dalam satu putaran.
Namun, fakta dan data membuktikan bahwa kehendak Jokowi dan kubu paslon nomor urut 2 itu kini berlawanan dengan kehendak rakyat. Boleh saja mereka terus menarasikan, mendesain, menciptakan rekayasa untuk mewujudkan pilpres satu putaran, tapi rakyat juga tak bisa dibodohi dan dimanipulasi.
Kiranya rakyat sudah paham dan sadar bahwa narasi pilpres satu putaran yang digaungkan sembari mengerahkan segala daya dan upaya, termasuk dengan cara-cara kotor, untuk memenangkan kontestasi justru berbahaya bagi masa depan demokrasi. Upaya yang menihilkan proses secara alamiah seperti itu hanya akan menjadikan demokrasi kita rusak dan tuna-adab.
Kehendak untuk pilpres dua putaran jelas lebih autentik, terlebih bila melihat konstelasi elektabilitas setiap paslon terkini yang tergambar dari hasil survei sejumlah lembaga. Dengan kata lain, celah peluang pilpres satu putaran sudah tertutup. Pilpres dua putaran adalah keniscayaan.
KITA mafhum bahwa saat ini ruang fiskal negara tengah menghadapi ujian berat.
KEPASTIAN kerap menjadi barang langka di tengah gejolak global.
GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.
RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.
SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved