Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Bijak Sikapi Kritik Santun Mengkritik

16/9/2022 05:00
Bijak Sikapi Kritik Santun Mengkritik
(MI/Duta)

 

BUDAYA mengkritik dan menyikapi kritik di Tanah Air rupanya masih memerlukan pendewasaan. Kritik yang dilontarkan anggota DPR Effendi Simbolon terhadap TNI dan reaksi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman merupakan contoh terkini.

Effendi, ketika menyoroti indikasi ketidakharmonisan antara Panglima TNI Jenderal Andhika Perkasa dan KSAD, melontarkan pernyataan ‘gerombolan yang lebih-lebih dari ormas’ dan mengasosiasikan TNI dengan istilah itu. Pernyataannya tersebut disampaikan dalam forum resmi rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Panglima TNI dan Menteri Pertahanan.

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), 'gerombolan' memiliki arti kelompok atau kawanan. Disebutkan pula arti kedua, yakni kawanan pengacau (perusuh dan sebagainya).

Ada konotasi negatif dalam istilah 'gerombolan' yang memang dimaksudkan Effendi. Toh, Effendi dalam sikap tengah mengkritik situasi di internal TNI.

Panglima TNI dan selanjutnya KSAD melalui pernyataan resmi sudah menegaskan tidak ada ketidakharmonisan di antara mereka maupun di tubuh TNI secara keseluruhan. Bahwa ketidakhadiran KSAD di raker yang dihadiri Panglima TNI dan ketidakhadiran Panglima TNI di kegiatan peluncuran komponen cadangan yang dihadiri KSAD hanya kebetulan.

Namun, beberapa hari berselang muncul suara-suara anggota TNI dari kodam dan kodim di berbagai daerah. Mereka mengecam Effendi yang mengibaratkan TNI sebagai gerombolan dan menuntutnya meminta maaf.

Belakangan, terungkap bahwa Jenderal Dudung yang memberi arahan tersebut dalam konferensi video dengan jajarannya. KSAD menyebut harga diri dan kehormatan TNI diinjak-injak. Ia meminta anggotanya tidak diam.

Di satu sisi, kecaman dari anggota TNI di banyak daerah menunjukkan betapa solidnya TNI. Mereka tidak akan bertindak di luar komando.

Akan tetapi, di lain pihak, adanya arahan KSAD untuk tidak tinggal diam menanggapi pernyataan Effendi telah membuat masyarakat sipil resah. Jika seorang legislator mengasosiasikan TNI dengan istilah negatif saja mendapatkan reaksi arahan seperti itu, lantas bagaimana bila yang melakukan warga biasa?

Perilaku Jenderal Dudung bukan satu-satunya. Reaksi berlebihan terhadap kritik tidak jarang didemonstrasikan jajaran pejabat publik. Dikritik malah balik menuntut pengkritik secara hukum.

Pejabat publik wajib hukumnya tebal telinga dan tidak alergi terhadap kritik. Jika tuduhan atau kritik dianggap tidak benar, pejabat publik mesti memberi penjelasan. Yakinkan masyarakat. Bila kritik benar, akui dan introspeksi diri, selanjutnya perbaiki kinerja.

Apabila pejabat publik tidak mampu bersikap demikian, mundur saja. Masih banyak kandidat lain yang berkompeten sekaligus bijak dalam menyikapi kritik.

Ingat, kebebasan berpendapat oleh warga negara dilindungi dan dijamin oleh konstitusi. Demikian pula dengan anggota DPR dalam menyampaikan pandangan, penilaian, bahkan kritik terhadap mitranya di pemerintahan.

Hanya saja, dalam menyampaikan kritik, masyarakat terlebih anggota dewan yang terhormat seyogianya memperhatikan kesantunan. Pilih diksi-diksi yang tajam menyoroti kekurangan, tetapi tidak melanggar norma kepatutan sesuai karakteristik budaya bangsa.

Kritik sangat krusial untuk memastikan penyelenggaraan negara senantiasa berada di koridor yang benar menurut konstitusi. Seiring dengan itu, kedewasaan dalam menyampaikan maupun menyikapi kritik dibutuhkan agar suasana kondusif konstruktif terbangun.



Berita Lainnya
  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.