Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Rapor Mentereng Jokowi

22/2/2022 05:00
Rapor Mentereng Jokowi
(MI/Seno)

 

 

ARAH pembangunan Indonesia yang kini dinakhodai Presiden Joko Widodo dianggap telah menuju arah yang benar dan berjalan baik. Itulah yang tergambar dari tingkat kepuasan masyarakat yang konsisten berada di atas angka 70%.

Dengan tingkat kepuasan mendekati tiga perempat jumlah penduduk Indonesia tersebut tentunya menjadi modal sosial yang baik bagi kepemimpinan Joko Widodo untuk terus melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis hingga akhir masa pengabdiannya pada 2024.

Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan medio Januari-Februari 2022 menunjukkan 71% rakyat Indonesia menegaskan puas atas pencapaian kinerja Presiden. Yang cukup puas dengan kinerja Jokowi sebesar 51%, dengan persentase yang sangat puas, yakni 20%.

Tentunya penanganan pandemi yang dilakukan Presiden Jokowi dengan kebijakan kombinasi gas dan rem untuk menyeimbangkan sektor kesehatan dan ekonomi yang banyak direkam publik. Jika mayoritas puas, artinya Jokowi dianggap piawai menjalankan orkestrasi kebijakan tersebut.

Konsistensi terhadap surplus kepuasan kinerja pemerintah ini sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan survei Indikator Politik yang diselenggarakan pada 6-11 Desember 2021, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi sebesar 71,4%. Begitu pun dengan SMRC pada 8-16 Desember 2021, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi sebesar 71,7%.

Padahal biasanya, saat kepemimpinan seorang presiden memasuki paruh tengah periode kedua, kepuasan publik cenderung melorot yang pada umumnya diikuti naiknya tingkat ketidakpuasan. Untuk itulah, capaian yang ditorehkan Presiden Joko Widodo ini patut menjadi penanda baru prestasi kepemimpinan.

Apresiasi rakyat ini tentunya harus direspons dengan kinerja yang lebih keras lagi. Ketekunan pemerintah membangun infrastruktur, serta konsistensi untuk terus melakukan pemberdayaan yang berpihak pada masyarakat miskin harus dijalankan dengan teguh.

Rapor mentereng Jokowi tentu harus dibayar dengan segera membereskan hal-hal yang masih dianggap menjadi akar bagi sebagian masyarakat yang tidak puas. Karena bagaimanapun, ketidakpuasan 29% rakyat Indonesia menjadi penanda bahwa kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf masih membutuhkan penyempurnaan.

Salah satunya, yakni kelangkaan minyak goreng dan kedelai yang berlarut patut menjadi evaluasi pemerintahan ini. Meskipun dua komoditas tersebut sebenarnya bisa tuntas di level menteri, berlarutnya persoalan tersebut mestinya patut mendapat perhatian lebih dari Presiden.

Memasuki paruh terakhir di periode keduanya, mestinya Presiden sudah tanpa beban untuk terus menggenjot pembangunan. Tidak ada beban politik lagi menuju pesta demokrasi 2024.

Namun, di sisi lain, tepat dua tahun menjelang Pemilu 2024 menjadi periode paling krusial bagi kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dinamika besar diprediksi akan muncul dari para anggota kabinetnya yang terbentuk dari beragam kekuatan politik.

Para anggota kabinet sebaiknya tetap fokus menjalankan kebijakan Presiden Jokowi, jangan tergiur untuk mengadu nasib di 2024 dengan memanfaatkan semua fasilitas negara.

Rakyat tentu berharap Presiden tidak lagi terdistraksi dengan agenda-agenda politik praktis sehingga benar-benar mampu meninggalkan warisan besar bagi bangsa ini. Yang akan diingat tidak hanya pascalengser 2024, tetapi juga menjadi tonggak selama bangsa ini berdiri.



Berita Lainnya
  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.