Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Membersihkan Garuda

13/1/2022 05:00
Membersihkan Garuda
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

DUGAAN adanya korupsi di tubuh Garuda Indonesia mulai menunjukkan sinyal terang. Sinyal itu dinyalakan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Erick sudah sejak lama mengutarakan adanya indikasi korupsi sebagai salah satu penyebab memburuknya kinerja Garuda Indonesia. Bahkan, menurut pemerintah, Garuda secara teknis saat ini sudah bangkrut. Lilitan utang mereka tak tanggung-tanggung, sudah mencapai Rp140 triliun pada kuartal III 2021.

Erick tak sekadar bicara. Dua hari lalu dia menyambangi Kejaksaan Agung sembari membawa bukti-bukti terkait dengan dugaan patgulipat pengadaan pesawat ATR 72-600 pada 2013. Dia menyerahkannya ke Korps Adhyaksa untuk mendukung penyelidikan praktik rasuah di maskapai pelat merah itu.

Bukti-bukti yang dibawa Erick juga tak asal-asalan. Indikasi adanya korupsi pengadaan pesawat baling-baling itu diketahui berdasarkan hasil audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Audit investigasi dilakukan saat Garuda Indonesia berada di bawah kepemimpinan ES.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pun mengatakan dugaan korupsi terjadi ketika Garuda dikendalikan ES yang kini mendekam di lembaga pemasyarakatan. ES yang dia maksud ialah Emirsyah Satar. Pada 2020, Emirsyah divonis 8 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi pembelian mesin pesawat Garuda.

Kita mengapresiasi langkah Erick. Melaporkan dan memberikan bukti-bukti adanya dugaan korupsi di lembaga yang dia pimpin ialah wujud kontribusi bagi upaya pemberantasan korupsi. Itu bagian dari upaya bersih-bersih internal yang memang harus digencarkan siapa pun yang sedang memimpin.

Untuk menuntaskan kasus korupsi di Garuda, dukungan dari Erick tetap dibutuhkan. Namun, cukup sampai di situ, tidak boleh lebih. Erick haram hukumnya terlibat terlalu jauh dalam penanganan hukum. Erick tidak boleh menjadikan perkara itu sebagai panggung untuk mempromosikan diri dan mengukuhnya eksistensinya.

Laporan dan bukti adanya korupsi di Garuda sudah diserahkan ke penegak hukum. Kewajiban Erick selanjutnya ialah membenahi Garuda demi menghindarkan mereka dari kematian.

Sebagai flag carrier, maskapai pembawa bendera nasional kita, sudah terlalu lama Garuda dibiarkan sekarat. Sebagai pemimpin tertinggi di BUMN, semestinya Erick bertindak lebih cepat, lebih sigap, untuk mengobati dan menyelamatkan Garuda. Itulah kewajiban dia yang utama.

Soal hukum, biarkan Kejagung yang bekerja. Korps Adhyaksa pun harus bergerak cepat, bertindak sigap, untuk mengusut tuntas perkara korupsi di Garuda. Bukti awal sudah datang dengan sendirinya, tugas mereka tinggal menggali, mendalami, untuk selanjutnya menyikat pihak-pihak yang berlaku jahat.

Kejagung juga tak cukup hanya mengusut kasus pembelian pesawat ATR. Masih banyak indikasi korupsi di tubuh Garuda yang tak boleh dibiarkan begitu saja. Tidak cuma di masa kepemimpinan Emirsyah Satar, tetapi juga di era-era berikutnya.

Kontrak antara para lessor atau perusahaan yang menyewakan pesawat kepada Garuda, misalnya, bisa menjadi fokus penyelidikan. Kontrak itu sering mengundang kecurigaan karena kemahalan sehingga amat merugikan perusahaan. Sewa pesawat yang tidak beres disebut-sebut sebagai salah satu biang masalah sehingga Garuda berdarah-darah.

Elok nian jika Kejagung proaktif untuk membersihkan Garuda dari semua noda korupsi. Kepercayaan sudah diberikan. Jangan lagi menunggu, jangan sia-siakan kepercayaan itu.



Berita Lainnya
  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret