Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jangan Khianati Rakyat

04/12/2021 05:00
Jangan Khianati Rakyat
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

SEORANG pejabat sejatinya adalah pelayan. Tugasnya melayani dan mengayomi masyarakat tanpa pandang bulu. Terlebih jika ia seorang penegak hukum, harus berlaku adil.

Penegak hukum tidak semestinya menempatkan hukum seperti mata pisau; tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Oleh karena itu, tepat kiranya Presiden Joko Widodo mengingatkan Polri untuk bertindak tegas dalam menjalankan tugas tanpa tebang pilih.

“Gigit siapa pun yang terbukti melakukan tindak kejahatan kepada negara juga masyarakat," tukas Presiden dalam pengarahan kepada para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) 2021 di Kabupaten Badung, Bali, kemarin.

Instruksi yang disampaikan Presiden ini terkait dengan kegusarannya melihat kian menurunnya tingkat kepuasan publik di bidang hukum. Presiden menyebut kepuasan publik terhadap kondisi penegakan hukum pada tahun ini menurun jika dibandingkan dengan di 2020 dan 2019.

Persepsi masyarakat terhadap para penegak hukum, kata dia, tecermin dari perilaku dan perlakuan para pejabat atau aparat penegak hukum itu sendiri. Apakah mereka telah berlaku adil dan tidak memihak golongan atau kelompok tertentu.

Oleh karena itu, Presiden pun mengkritik kebiasaan kapolda maupun kapolres baru yang kerap sowan ke ormas yang bahkan dikenal kerap berbuat onar. Tindakan itu, selain tidak mencerminkan kewibawaan, juga dapat menimbulkan kesan berpihak.

Kritik yang disampaikan Presiden kiranya hal yang wajar. Sudah saatnya aparat maupun pejabat bersikap profesional. Jangan ada lagi oknum yang terlibat mafia hukum, menjual senjata kepada separatis, atau melindungi ormas-ormas tertentu.

Tugas mereka ialah melindungi rakyat, bukan segelintir orang atau kelompok yang justru sering bermasalah dan kerap berbuat rusuh. Kewibawaan aparat dipertaruhkan di sini. Hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya. Hanya dengan cara itu rakyat bakal kembali percaya kepada aparat.

Namun, dalam melaksanakan ketegasan di lapangan, aparat juga mesti menghormati hak asasi. Jangan merampas hak kebebasan berbicara. Sedikit-sedikit main panggil mereka yang mengkritik pemerintah. Hormati kebebasan berpendapat dan serap aspirasi mereka. Rakyat, terutama mereka yang terpinggirkan dalam hukum, semestinya juga dibantu dan dilindungi.

Jangan sampai ada persepsi aparat bersikap diskriminatif, hanya melindungi mereka yang punya harta dan takhta, tapi menelantarkan dan menindas yang papa.

Sekali lagi harus diingatkan, pejabat ataupun aparat adalah pelayan bagi semua. Dia tidak boleh bertindak untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu, apalagi untuk kepentingan diri sendiri.

Pejabat atau aparat justru harus rela berkorban demi kebaikan kehidupan bersama. Prinsip dan spirit semacam ini seharusnya dimiliki oleh semua aparatus negara, mulai pimpinan tertinggi negara hingga di lingkup RT/RW.

Semua harus bersikap dan bertindak profesional, bukan lagi sektarian. Seorang pejabat ataupun aparat harus jadi rahmat bagi semua orang, bukan malah jadi public enemy alias musuh masyarakat. Jangan khianati kepercayaan mereka.



Berita Lainnya
  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.