Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pantang Surut Genjot Hilirisasi

14/10/2021 05:00
Pantang Surut Genjot Hilirisasi
(MI/Duta)

 

 

HILIRISASI industri. Kata itu mudah diucapkan, tetapi begitu sulit direalisasikan. Banyak rencana disusun, cetak biru sudah dibuat, bahkan aturan mainnya pun telah disiapkan. Akan tetapi, hasil di lapangan tak secantik di atas kertas. Hilirisasi, atau penghiliran, industri masih saja sangat lambat, kalau tidak mau dikatakan mandek.

Rencana untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sektor tambang melalui program penghiliran industri minerba, misalnya, telah dibuat sejak 20 tahun lalu. Namun, implementasinya jalan di tempat. Begitu pula yang terjadi di sektor lain, seperti perkebunan dan perikanan. Selama ini kita terlena kemudian terjebak sebagai negara pengekspor bahan mentah.

Di era sekarang tak bisa lagi seperti itu. Strategi besar Republik ini mestinya ialah keluar secepatnya dari jebakan tersebut. Bagaimana caranya? Tidak ada opsi lain, langkah penghiliran industri harus dipercepat. Pada saat yang sama pemerintah juga mesti tegas dan konsisten untuk menegakkan aturan pelarangan ekspor sejumlah komoditas mentah.

Kekayaan alam milik Indonesia, terutama yang sedang menjadi tren dunia, harus kita garap dan olah sendiri. Menggenjot penghiliran artinya mempercepat pembangunan industri pengolahan untuk menjemput nilai tambah dan manfaat-manfaat lain yang bisa diperoleh ketimbang kita menjual sumber-sumber daya alam itu secara mentahan.

Peralihan itu tentu butuh momentum dan itulah makna penting dari groundbreaking pabrik pemurnian tambang (smelter) PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, oleh Presiden Jokowi.

Dalam bahasa pemerintah, pembangunan smelter Freeport itu tak sekadar menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara alias UU Minerba yang mewajibkan semua industri minerba membangun smelter. Lebih dari itu, ini momentum bersejarah karena memindahkan penghiliran yang sebelumnya dominan dilakukan di luar negeri ke dalam negeri.

Sejatinya ini momentum kedua. Tepat sebulan lalu, Presiden Jokowi juga menggaungkan pentingnya kita segera mengubah struktur ekonomi yang berbasis komoditas ke penghiliran atau industrialisasi, saat meresmikan pembangunan pabrik baterai (pengolahan nikel) untuk kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Dengan skala produksi yang besar, keduanya, smelter dan pabrik baterai, ialah milestone penting dalam upaya Republik ini membangun kisah sukses dalam pemanfaatan bahan tambang.

Lantas, dengan dua momentum besar tersebut, masih layakkah dimaklumi jika penghiliran berjalan lambat? Relakah kita melepas momentum itu dan lagi-lagi harus kehilangan kesempatan untuk menjadi pemain industri utama di dunia di masa depan?

Ini saatnya kita semua mengawal implementasi rencana besar tersebut. Seperti yang juga dikatakan Presiden, tak boleh ada kata mundur untuk penghiliran. Meskipun upaya itu akan mendapat banyak tentangan, baik dari dalam maupun luar negeri, pantang kita surut.

Ini catatan penting buat pemerintah yang selama ini justru kerap angin-anginan dan kehilangan konsistensi untuk terus mengencangkan program besar itu. Ketika pemerintah sudah mengeluarkan aturan larangan ekspor bahan mentah, tegakkan. Kalau UU sudah mengamanahkan industri minerba harus membangun smelter, laksanakan.

Jangan lagi ada kompromi, jangan lagi mudah iba dan obral keringanan kepada pengusaha yang sebetulnya ingin cari gampang, main ekspor tanpa memikirkan nilai tambah buat negara. Jangan melentur-lenturkan aturan.

Jangan pula mundur sekalipun nanti ada pihak dari luar negeri yang menggugat kebijakan Indonesia.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.