Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
KUALITAS jalannya pemilu memang bukan hanya dilihat saat proses pemungutan suara berlangsung. Kualitas itu sudah ditentukan jauh hari, yakni sejak penentuan para penyelenggara pemilu.
Di Indonesia, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, kita memiliki lembaga penyelenggara pemilu. Mereka ialah Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Untuk Pilpres 2024 dan Pilkada 2024, titik awal kualitasnya sudah dipertaruhkan sejak saat ini, yakni sejak penetapan tim seleksi (timsel) KPU dan Bawaslu periode 2022-2027. Kemarin, Presiden Joko Widodo menetapkan 11 nama untuk tim tersebut.
Mereka ialah Deputi IV Kepala Staf Presiden yang juga mantan Ketua KPU, Juri Ardiantoro (ketua merangkap anggota), mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra M Hamzah (wakil ketua merangkap anggota), serta Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar (sekretaris merangkap anggota).
Untuk anggota tim, yakni Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej; pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman; Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Hamdi Muluk; pengajar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Endang Sulastri; mantan hakim konstitusi, I Dewa Gede Palguna; Ketua Rabhithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama, Abdul Ghaffar Rozin; mantan anggota timsel KPU-Bawaslu periode 2017-2022, Betti Alisjahbana; dan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti.
Komposisi tim seleksi memberikan harapan. Mereka ialah orang-orang yang dikenal andal, imparsial, objektif, berintegritas, dan cakap dalam pengetahuan soal kepemiluan.
Tugas utama mereka tentu saja mencari komisioner yang andal dan tangguh menghadapi tantangan kompleksitas Pemilu 2024 dan Pilkada 2024. Jangan sampai salah pilih, yang terpilih malah komisioner bermasalah.
Memilih komisioner yang berintegritas dan jauh dari potensi korupsi sangatlah penting. Pengalaman amat memalukan masa lalu jangan sampai terulang, ada komisioner KPU yang ditangkap KPK karena terlibat korupsi.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap atas dugaan suap dalam operasi tangkap tangan KPK pada Januari 2020. Selain kasus Wahyu Setiawan, pada 2005, empat komisioner KPU periode 2001-2006 juga pernah terjerat kasus korupsi. Mereka ialah Mulyana Wira Kusumah, Nazaruddin Sjamsuddin yang saat itu menjabat Ketua KPU, Rusadi Kantaprawira, dan Daan Dimara.
Komisioner KPU yang akan dipilih tim seleksi hendaknya orang-orang yang selain memiliki pengetahuan soal kepemiluan, jauh lebih penting lagi ialah figur-figur yang tidak tergoda uang.
Terus terang, penangkapan komisioner KPU yang terlibat korupsi berpotensi membuat kepercayaan publik terjun bebas ke titik nol. Oleh karena itu, tim seleksi jangan salah memilih orang.
Kehadiran orang-orang dari lingkaran kekuasaan di tim seleksi hendaknya tidak mengurangi kepercayaan publik. Mereka harus bekerja keras dan benar-benar memperlihatkan independensi. Jangan sampai muncul kesan bahwa mereka bekerja sesuai pesanan.
Kesan pesanan itu bisa dikesampingkan karena pada akhirnya komisioner KPU akan ditentukan lewat mekanisme uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved