Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU suku, agama, ras, dan antargolongan alias SARA kerap menjadi isu yang sangat sensitif di tengah kehidupan masyarakat kita yang majemuk. Tidak jarang, ketika terjadi peristiwa terkait, isu tersebut bergulir liar memantik amarah massa, baik disengaja karena ada yang memanfaatkan maupun tidak disengaja.
Demi mencegah bola liar, seruan majelis lintas agama pada Senin (27/9) berperan sangat penting sebagai respons maraknya serangan terhadap sejumlah pemuka agama dan fasilitas keagamaan belakangan ini. Para pemimpin majelis keagamaan tersebut menyeru seluruh anak bangsa agar menjaga perdamaian dan persatuan.
Setidaknya ada tiga serangan yang melatarbelakangi. Pertama, penembakan terhadap praktisi pengobatan tradisional bernama Armand hingga tewas di Tangerang, Minggu (19/9). Armand akrab disapa ustaz oleh masyarakat di lingkungannya karena ia menjabat ketua majelis taklim.
Kedua, Abu Syahid Chaniago diserang saat sedang berceramah di Masjid Baitussyakur, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/9). Ketiga, peristiwa pembakaran mimbar di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/9) dini hari.
Semua kejadian yang cukup beruntun tersebut memunculkan dugaan di sebagian kalangan masyarakat bahwa ada motif kebencian terhadap agama. Di sini kemudian isu dapat memanas jika tidak diantisipasi.
Menariknya, sempat muncul penyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang meminta kepolisian tidak terburu-buru menyimpulkan pelaku mengalami gangguan jiwa. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo juga melontarkan permintaan serupa.
Permintaan mereka bukan tanpa sebab. Dalam serangkaian kasus kekerasan dengan korban tokoh agama sepanjang 2018-2020, polisi cukup sering mengungkapkan dugaan pelaku menderita gangguan jiwa.
Kini, semua tersangka pelaku kasus di Tangerang, Batam, dan Makassar telah ditangkap. Berdasarkan penyidikan polisi sejauh ini, tidak ada satu pun temuan polisi mengarah ke motif kebencian pada agama tertentu. Dugaan awal polisi bahwa pelaku menderita gangguan jiwa pada kasus Batam pun sementara ini sudah dipatahkan dengan hasil pemeriksaan kejiwaan oleh pihak rumah sakit.
Meski begitu, semua dugaan menurut temuan polisi tersebut masih menuntut pembuktian melalui proses hukum. Karena itu, tepat bila majelis lintas agama dan banyak tokoh lainnya meminta proses hukum yang adil sekaligus transparan.
Aparat penegak hukum harus secepatnya mengungkap tuntas kasus-kasus serangan tersebut secara terbuka untuk menepis spekulasi. Penuntasan secara serius sampai dengan proses hukum di pengadilan sekaligus membantah tuduhan bahwa pemerintah saat ini memusuhi kalangan tertentu.
Itu bukan berarti kasus-kasus kekerasan lainnya tidak memerlukan penuntasan yang serius dan imparsial. Hanya, aparat penegak hukum perlu lebih hati-hati dan memberikan perhatian ekstra dalam menangani kasus-kasus yang menyangkut isu-isu sensitif seperti SARA.
Para tokoh masyarakat dan agama juga diharapkan senantiasa mengajak masyarakat untuk berkepala dingin agar tidak mudah tergiring oleh provokasi. Seremeh apa pun sebuah kasus yang memuat isu sensitif, bila dibiarkan larut dalam spekulasi dan dugaan-dugaan di masyarakat, bisa berkembang menjadi besar dan mengancam persatuan bangsa.
Yang tidak kalah penting ialah sikap masyarakat luas. Kewajiban menjaga perdamaian dan persatuan ada di tangan kita bersama.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.
Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved