Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Lima Hari Menentukan

22/7/2021 05:00
Lima Hari Menentukan
Editorial(MI.Duta)

 

 

SEJUMLAH orang menyebut perpanjangan PPKM darurat, atau istilah barunya PPKM level IV, selama lima hari ialah masa penentuan. Memang jumlah kasus hingga 25 Juli mendatang yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk penentuan level PPKM selanjutnya.

Namun, pertanyaan besar sesungguhnya tetap tidak tergoyahkan meski andaikata pengurangan kasus terjadi. Pertanyaan terbesar dalam pertarungan melawan covid-19 bukanlah tentang kapan pembatasan akan diakhiri, melainkan seberapa siap kita hidup berkawan pandemi pascapembatasan?

Ukuran kesiapan ini pula yang membuat negara-negara barat mencabut status lockdown, tidak peduli berapa jumlah kasus yang terjadi. Di Inggris, misalnya, pemerintah mencabut lockdown klub malam yang diberlakukan sejak Maret 2020. Pembatasan jumlah orang di suatu ruangan juga tidak lagi diberlakukan dan penggunaan masker hanya anjuran, bukan keharusan.

Kunci semua itu tidak lain ialah pencapaian vaksinasi. Bukan sekadar vaksin dosis pertama, vaksin dosis lengkap Inggris telah mencakup 54% populasi.

Tentu, Inggris dengan kemampuan produksi vaksinnya bukanlah bandingan setara Indonesia. Capaian vaksin dosis lengkap kita baru 7,82%, sementara vaksin Merah Putih masih terus dikembangkan. Dari 7 kandidat vaksin Merah Putih kita, prediksi kesiapan tercepat baru pada Maret 2022. Itu artinya, sampai pertengahan tahun depan pun kita masih tergantung pada ketersediaan vaksin impor, baik bulk (biang) maupun siap pakai.

Meski begitu, pembandingan kasar ini perlu disodorkan agar kita paham betul apa yang semestinya menjadi dasar penetapan atau pelonggaran pembatasan. Jelas, vaksin ialah jawabannya. Karena vaksin yang menentukan tekanan terhadap fasilitas kesehatan dan akhirnya mengarah ke angka kematian.

Namun, bukan juga berarti lockdown terus diberlakukan sampai setengah populasi kita tervaksin. Sebab sementara Inggris bisa menyelesaikan vaksin lengkap di 50% populasi hanya dalam setahun, ini jelas mimpi bagi kita.

Lamanya waktu lockdown juga bukan jaminan bagi perubahan perilaku masyarakat. Sekali lagi, lihatlah warga Inggris yang bahkan sampai menyemut di depan klub malam menanti detik-detik lockdown diangkat.

Jika setahun pembatasan pun tidak membuat warga negara terdidik dan lebih kaya menjadi sabar dan disiplin, apa yang bisa diharapkan di Tanah Air? Mungkin tidak butuh waktu sebulan pembatasan dengan penyekatan. Insiden-insiden kericuhan pedagang dengan aparat PPKM ialah sinyal bahwa laparnya perut akan mengalahkan ancaman virus.

Lalu jikapun kita tetap kukuh menjadikan lima hari ini penentuan, strategi apakah yang urgen harus disiapkan setelah itu? Maka jelas vaksin harus menjadi indikator segala kebijakan. Ada angka vaksin yang menjadi sasaran, ada syarat vaksin pula untuk penerima pelonggaran.

Dalam sektor usaha misalnya, di luar sektor kritikal dan esensial, usaha yang menerima pelonggaran mestinya yang telah memenuhi syarat cakupan vaksinasi pekerjanya. Dengan begitu, pemerintah akhirnya dapat mengejar komitmen perusahaan yang semula mendaftar vaksin, tetapi mundur sementara pengadaan vaksin sudah dilakukan.

Hal serupa juga dapat diberlakukan dalam kacamata wilayah PPKM. Pelonggaran dapat diberikan pada provinsi yang mencapai cakupan populasi yang baik. Dengan begitu, pemda juga akan bekerja keras menyukseskan program vaksinasi.

Dengan sudut pandang inilah kita dapat menghadapi pandemi dengan ukuran-ukuran lebih terkontrol. Sebab capaian vaksin ialah hal yang dapat lebih terhitung ketimbang harap-harap cemas menanti angka kasus dan kematian hari berikutnya.

Eloknya pula, selama lima hari PPKM level IV, semua individu dan kelompok masyarakat menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.