Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Masuki Fase Genting Atur Gas dan Rem

18/6/2021 05:00
Masuki Fase Genting Atur Gas dan Rem
Ilustrasi(MI/DUTA)

 

 

KESEIMBANGAN antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus terus dijaga secara konsisten. Strategi gas dan rem mesti diatur dengan benar.

Tugas menginjak gas dan menekan rem itu ada pada pemerintah daerah. Ketika penyebaran covid-19 kini memasuki fase genting, kepala daerah harus berani menginjak rem. Caranya ialah memperketat pemberla­kuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang berlaku hingga 28 Juni.

PPKM berskala mikro yang sudah 10 kali diperpanjang itu harus diterapkan konsisten di tingkat RT/RW. PPKM berskala mikro itu bukan sekadar teks aturan, tapi harus konsisten dilaksanakan sampai tingkat paling bawah di lingkungan RT/RW. Andai aturan itu berjalan tegak lurus, mungkin negeri ini tidak memasuki fase genting penyebaran covid-19.

Disebut memasuki fase genting covid-19 karena penyebar­annya terus melonjak. Penambahan kasus harian secara nasional, kemarin, melampaui angka psikologis 10.000, yakni 12.624 kasus positif covid-19.

Kondisi gawat terjadi hampir di semua wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Kasus meledak lagi di Ibu Kota. Kemarin, terdapat 4.144 kasus baru. Jumlah kasus itu merupakan lonjakan dengan jumlah kedua tertinggi sejak pandemi covid-19 melanda.

Ledakan kasus itu mengakibatkan rasio keterisian ruang perawatan (bed occupancy rate/BOR) yang mengkhawa­tirkan. BOR di Jakarta di atas 78%, sedangkan di Tangerang 85,18%. Adapun ICU untuk Jabodetabek sudah 89,43%.

Begitu juga di Kota Bogor, data menunjukkan BOR sudah mencapai 60%, padahal minggu lalu masih di bawah 20%. Setali tiga uang dengan Kota Depok, tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok menyentuh angka 90%.

Jika pengendalian penyebaran covid-19 tidak berjalan sungguh-sungguh, para ahli memprediksikan fasilitas kesehatan nasional akan kolaps dalam 2 minggu hingga 1 bulan ke depan. Jangan biarkan itu terjadi.

Harus jujur diakui bahwa fase genting covid-19 saat ini ialah buah dari ketidakpa­tuhan atas protokol kesehatan. Peningkatan kasus merupakan dampak dari kegiatan masyarakat pada periode libur Idul Fitri 2021. Banyak kasus dari klaster keluarga.

Penyebaran covid-19 semakin meluas karena munculnya virus korona varian baru yang penyebarannya sangat cepat. Tidak ada jalan lain, harus ada pembatasan mobilitas penduduk secara terukur. Bersamaan dengan itu, upaya pemeriksaan dan pelacak­an, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta perluasan vaksinasi perlu ditingkatkan.

Kini, saatnya kepala daerah mengambil komando. Bila perlu, menarik rem darurat di tingkat RT/RW. Meski demikian, langkah yang diambil jangan grasa-grusu, yang bisa membuat perekonomian terjun bebas.

Apalagi, kinerja ekonomi pada April dan Mei 2021 membaik. Ini ditunjukkan, antara lain, dari meningkatnya indeks keyakinan konsumen dan peningkatan penjualan mobil.

Semua pihak mesti berkolaborasi dalam mengendalikan kasus covid-19 yang terus melonjak. Kebijakan pusat dan daerah hendaknya dalam satu derap langkah, masyarakat harus benar-benar kembali patuh pada penerapan protokol kesehatan.

Kendurnya sense of crisis di tengah masyarakat ini tecer­min dari tingkat penggunaan masker warga Jakarta. Kepatuhan penggunaan masker pada akhir 2020 dan awal 2021 sempat naik di kisaran 60% sampai 70%. Akan tetapi, kini menurun menjadi 20%-25% saja. Jangan kasih kendur protokol kesehatan.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.