Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEIMBANGAN antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus terus dijaga secara konsisten. Strategi gas dan rem mesti diatur dengan benar.
Tugas menginjak gas dan menekan rem itu ada pada pemerintah daerah. Ketika penyebaran covid-19 kini memasuki fase genting, kepala daerah harus berani menginjak rem. Caranya ialah memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang berlaku hingga 28 Juni.
PPKM berskala mikro yang sudah 10 kali diperpanjang itu harus diterapkan konsisten di tingkat RT/RW. PPKM berskala mikro itu bukan sekadar teks aturan, tapi harus konsisten dilaksanakan sampai tingkat paling bawah di lingkungan RT/RW. Andai aturan itu berjalan tegak lurus, mungkin negeri ini tidak memasuki fase genting penyebaran covid-19.
Disebut memasuki fase genting covid-19 karena penyebarannya terus melonjak. Penambahan kasus harian secara nasional, kemarin, melampaui angka psikologis 10.000, yakni 12.624 kasus positif covid-19.
Kondisi gawat terjadi hampir di semua wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Kasus meledak lagi di Ibu Kota. Kemarin, terdapat 4.144 kasus baru. Jumlah kasus itu merupakan lonjakan dengan jumlah kedua tertinggi sejak pandemi covid-19 melanda.
Ledakan kasus itu mengakibatkan rasio keterisian ruang perawatan (bed occupancy rate/BOR) yang mengkhawatirkan. BOR di Jakarta di atas 78%, sedangkan di Tangerang 85,18%. Adapun ICU untuk Jabodetabek sudah 89,43%.
Begitu juga di Kota Bogor, data menunjukkan BOR sudah mencapai 60%, padahal minggu lalu masih di bawah 20%. Setali tiga uang dengan Kota Depok, tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok menyentuh angka 90%.
Jika pengendalian penyebaran covid-19 tidak berjalan sungguh-sungguh, para ahli memprediksikan fasilitas kesehatan nasional akan kolaps dalam 2 minggu hingga 1 bulan ke depan. Jangan biarkan itu terjadi.
Harus jujur diakui bahwa fase genting covid-19 saat ini ialah buah dari ketidakpatuhan atas protokol kesehatan. Peningkatan kasus merupakan dampak dari kegiatan masyarakat pada periode libur Idul Fitri 2021. Banyak kasus dari klaster keluarga.
Penyebaran covid-19 semakin meluas karena munculnya virus korona varian baru yang penyebarannya sangat cepat. Tidak ada jalan lain, harus ada pembatasan mobilitas penduduk secara terukur. Bersamaan dengan itu, upaya pemeriksaan dan pelacakan, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta perluasan vaksinasi perlu ditingkatkan.
Kini, saatnya kepala daerah mengambil komando. Bila perlu, menarik rem darurat di tingkat RT/RW. Meski demikian, langkah yang diambil jangan grasa-grusu, yang bisa membuat perekonomian terjun bebas.
Apalagi, kinerja ekonomi pada April dan Mei 2021 membaik. Ini ditunjukkan, antara lain, dari meningkatnya indeks keyakinan konsumen dan peningkatan penjualan mobil.
Semua pihak mesti berkolaborasi dalam mengendalikan kasus covid-19 yang terus melonjak. Kebijakan pusat dan daerah hendaknya dalam satu derap langkah, masyarakat harus benar-benar kembali patuh pada penerapan protokol kesehatan.
Kendurnya sense of crisis di tengah masyarakat ini tecermin dari tingkat penggunaan masker warga Jakarta. Kepatuhan penggunaan masker pada akhir 2020 dan awal 2021 sempat naik di kisaran 60% sampai 70%. Akan tetapi, kini menurun menjadi 20%-25% saja. Jangan kasih kendur protokol kesehatan.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved