Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Tokoh Agama Perlu Melarang Mudik

05/5/2021 05:00
Tokoh Agama Perlu Melarang Mudik
Editorial(MI.Seno)

 

 

LARANGAN mudik resmi berlaku mulai besok sampai 17 Mei. Akan tetapi, sebagian masyarakat sudah mudik duluan. Akibatnya, hampir semua provinsi di Pulau Sumatra mengalami peningkatan kasus positif covid-19.

Meski larangan mudik sudah diumumkan pemerintah pada 26 Maret, menurut survei Kementerian Perhubungan, masih ada 7% atau sekitar 18,9 juta orang yang nekat mudik tahun ini. Karena itu, penegakan hukum mutlak dilakukan.

Psikologis masyarakat yang merasa telah berkorban dengan gagal mudik tahun lalu bisa menimbulkan aksi nekat di tahun ini. Perjuangan untuk sedapat mungkin mudik sudah bisa dilihat dari arus mudik yang lebih awal. Jalur pantura pun sudah mengalami peningkatan sejak minggu lalu. Karena itu, penegakan larangan, berikut sampai ke sanksi, sesungguhnya semakin diuji tahun ini.

Sejauh ini, Polri mengumumkan adanya 333 titik penyekatan dari Lampung hingga Bali. Titik penyekatan itu mencakup di tol, jalan arteri, jalur tengah, terminal, pelabuhan, pangkalan truk, hingga persimpangan-persimpangan yang menjadi akses jalur tikus. Karena itu, Polri percaya diri jika penyekatan itu efektif menghentikan pemudik nakal.

Upaya Polri yang menyebar personel hingga ke jalur tikus patut kita apresiasi. Meski begitu, kita juga tidak dapat menganggap remeh kelihaian pemudik. Pelajaran dari tahun lalu pun menunjukkan bahkan banyak pemudik yang cerdik menyesuaikan perjalanan dengan jam-jam pelonggaran penjagaan akibat pergantian petugas.

Hal itu tentunya bukan semata kelemahan petugas, melainkan memang kenekatan masyarakat sendiri. Karena itu, meski Polri wajib memperketat penjagaannya, penegakan larangan mudik sesungguhnya tugas kita bersama.

Kultur religius yang lekat pada bangsa kita membuat penegakan aturan butuh lebih dari pendekatan formal. Terlebih dalam momen Idul Fitri, yakni yang dirayakan ialah nilai keagamaan dan humanisme maka pendekatan yang bersifat formalitas duniawi terasa hampa bagi banyak orang.

Maka inilah saatnya para ulama dan tokoh masyarakat memainkan peran sebab tokoh agamalah yang bisa membawa nilai-nilai langit dapat diterima logika makhluk.

Keteladanan tokoh agama yang sekaligus aparat negara sudah ditunjukkan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. Ia membawa pemahaman bahwa menghindari mudik sama dengan jihad untuk kemanusiaan.

Pemahaman seperti itu membawa empati bagi pengorbanan masyarakat untuk tidak berkumpul dengan keluarga yang begitu dirindukan. Lebih dari itu pemahaman demikian dapat mengubah kesedihan tadi menjadi kebesaran hati. Alih-alih merasa marah akan aturan pemerintah, masyarakat bisa bangga karena pengorbanannya sesungguhnya bisa menyelamatkan nyawa.

Di sisi lain, tiap-tiap kepala daerah juga punya tugas penting untuk memastikan tujuan besar dari larangan mudik. Pencegahan mobilitas antardaerah semestinya dibarengi dengan pencegahan kerumunan di tempat-tempat wisata atau tempat publik lainnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo patut diapresiasi karena telah menginstruksikan jajarannya mengawasi protokol kesehatan di tempat-tempat wisata yang buka selama libur Lebaran. Pengawasan itu demi memutus mata rantai covid-19.

Elok nian bila semua kepala daerah menutup seluruh tempat wisata selama masa pelarangan mudik. Jangan sampai terjadi kerumunan massa di tempat-tempat wisata lokal yang berpotensi menjadi klaster baru penyebaran covid-19.



Berita Lainnya
  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.