Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Menjaga Optimisme Vaksinasi

11/3/2021 05:00
Menjaga Optimisme Vaksinasi
Petugas medis mengambil cairan vaksin COVID-19(ANTARA)

 

 

MERAWAT optimisme di kala pandemi sungguhlah perilaku yang mulia. Peringatan Isra Mikraj hari ini pun sejatinya mengajarkan spirit yang sama bahwa di balik cobaan yang berat, pasti ada kemuliaan yang menanti. Optimistis dan yakin bakal ada jalan terang di depan, itulah sesungguhnya modal utama dalam upaya kita keluar dari krisis akibat pandemi covid-19.

Dalam soal vaksin dan vaksinasi, harus diakui ada semacam ketidakyakinan dari sebagian kalangan bahwa program itu tidak akan berjalan cepat. Kenyataannya memang seperti diakui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kecepatan program vaksinasi lambat di tahap-tahap awal. Sampai saat ini paling banyak 200 ribu dosis vaksin per hari yang bisa disuntikkan. Padahal, jika ingin tahun depan vaksinasi rampung, Indonesia mesti dapat menyuntikkan vaksin minimal 1 juta dosis per hari.

Pada titik itulah justru sebetulnya kita tak boleh kehilangan optimisme. Semua hal yang dapat mengangkat optimisme publik harus terus digaungkan. Di sisi yang lain, pemerintah harus bekerja lebih keras untuk memastikan ketersediaan vaksin dan jadwal vaksinasi semaksimal mungkin.

Kedatangan tambahan 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca, Senin (8/3), yang langsung disambut dengan keluarnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan keesokan harinya, semestinya dapat membuat optimisme kita tetap terjaga. 

Apalagi, dalam bulan ini bakal datang lagi vaksin covid-19 dari perusahaan farmasi Inggris itu hingga total menjadi 4,6 juta dosis. Sebelumnya, vaksin Sinovac telah datang dalam lima tahap sebanyak total 38 juta vaksin. Minimal kita punya harapan lebih tinggi bahwa dengan kedatangan vaksin-vaksin tersebut akan mempercepat proses vaksinasi secara nasional.

Akan tetapi, urusan vaksinasi bukan hanya soal pengadaan vaksin. Realisasi di lapangan memperlihatkan masih banyak kekurangan dan kendala dalam mengakselerasi vaksinasi sesuai target pemerintah. Masalah distribusi, persoalan data penerima vaksin yang masih bolong di sana-sini, juga keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan vaksinator, harus tetap menjadi perhatian pemerintah.

Laju vaksinasi idealnya jauh lebih cepat daripada laju infeksi covid-19. Karena itu, upaya maksimal mempercepat vaksinasi bukan berarti boleh menyepelekan penyebaran virus yang faktanya sampai hari ini masih tinggi. Keduanya mesti sejalan. Vaksinasi dipercepat, penyebaran dilambatkan, bahkan sebisa mungkin dihentikan seperti yang sukses dilakukan di Wuhan, Tiongkok.

Oleh sebab itu, narasi merawat optimisme seharusnya juga tetap diimbangi dengan kesadaran penuh dari kita semua, pemerintah dan masyarakat, untuk terus menomorsatukan protokol kesehatan. 

Seperti halnya semangat Isra Mikraj yang tak hanya mengajarkan pentingnya untuk tetap optimistis, segala cobaan termasuk dalam wujud wabah covid-19 semestinya dapat meningkatkan kualitas diri. Dalam konteks sekarang, kualitas diri kita akan terkerek ketika punya kepedulian tinggi untuk menjaga keselamatan  diri sendiri, keluarga, dan masyarakat banyak, dengan tak henti mematuhi protokol kesehatan.



Berita Lainnya
  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.

  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.