Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Modal Sosial Melawan Covid

04/1/2021 05:00
Modal Sosial Melawan Covid
Ilustrasi(MI/Duta)

 

 

PANDEMI covid-19 bukan hanya soal banyaknya orang yang terpapar, melainkan juga perihal dampaknya terhadap kehidupan berbangsa. Dibutuhkan modal sosial dan pendekatan teknis kesehatan untuk melawan covid-19.

Modal sosial diperoleh dari kesadaran warga untuk tukar-menukar kebaikan yang sangat tampak pada saat malam pergantian tahun yang berlangsung sepi, sangat sepi, daripada biasanya. Tukar-menukar kebaik an ditunjukkan dengan cara warga memilih berdiam di rumah masing-masing ketimbang berkerumun. Tumbuh bersemi semangat mengutamakan kepentingan bersama di atas kesenangan pribadi dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

Setiap warga berusaha mengendalikan diri pada malam pergantian tahun karena di pengujung 2020, perkembangan penanganan kasus covid-19 masih jauh dari berhasil. Pada penutup tahun, jumlah kasus baru per hari masih terus naik, mencapai 8.074 kasus. Kemarin, ada penambahan kasus positif 6.877 sehingga total yang terpapar mencapai 765.350 orang. Angka yang masih terbilang tinggi.

Protokol kesehatan bisa berjalan tegak lurus pada saat malam pergantian tahun, selain karena kesadaran warga, juga andil ketegasan aparat keamanan. Karena itu, warga dan aparat yang bekerja sama menegakkan protokol kesehatan patut diapresiasi.

Kepatuhan atas protokol kesehatan harus terus dirawat sehingga menjadi modal sosial melawan covid-19 ke depanya. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus menjadi peradaban baru. Kiranya perlu ditumbuhkan budaya malu tidak mematuhi protokol kesehatan.

Jauh lebih elok lagi bila kepatuhan itu tumbuh atas kesadaran dari dalam diri masyarakat, bukan karena takut dikenai sanksi. Harus jujur diakui bahwa kesadaran mematuhi protokol kesehatan sudah menjadi gaya hidup masyarakat.

Kesadaran dari dalam diri warga tumbuh berkat komunikasi yang semakin baik dilancarkan pemerintah. Disebut baik karena pemerintah tidak lagi mengedepankan sanksi dalam berkomunikasi, tapi berusaha menjelaskan pentingnya menjaga protokol kesehatan untuk diri sendiri dan sesama manusia. Manusia yang tidak mematuhi prokol kesehatan akan menjadi serigala bagi sesamanya.

Hendaknya pola komunikasi yang konstruktif juga diterapkan pemerintah dalam proses pencegahan covid-19 melalui pendekatan teknis kesehatan, yakni vaksinasi. Sudah saatnya masyarakat dan pemerintah saling percaya, terutama terkait dengan proses vaksinasi.

Sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah tiba di Tanah Air mulai kemarin didistribusikan dari gudang penyimpanan PT Bio Farma, Bandung, ke 34 provinsi. Sambil menanti izin penggunaan darurat vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, daerah mesti mempersiapkan diri.

Persiapan yang sudah dilakukan daerah antara lain penyediaan fasilitas cold chain atau rantai dingin untuk penyimpanan dan distribusi lebih lanjut, pemutakhiran data penerima vaksin, serta pelatihan petugas yang melaksanakan imunisasi. Tidak kalah pentingnya ialah menyiapkan dukungan anggaran dari APBD.

Pemerintah merencanakan vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan periode vaksinasi pada Januari-April akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik. Vaksinasi diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 14 hari.

Kementerian Kesehatan telah mengirimkan short message service (SMS) blast secara serentak kepada seluruh penerima vaksin covid-19 yang telah terdaftar pada tahap pertama, terhitung mulai 31 Desember 2020.

Selanjutnya, untuk tahap kedua, vaksinasi akan diperuntukkan bagi 63,9 juta masyarakat rentan dan 77,4 juta masyarakat lainnya yang diberikan sesuai pendekatan klaster. Tahap kedua ini rencananya dilakukan mulai April hingga Maret 2022.

Sejauh ini pemerintah baru mendapatkan komitmen 400 juta dosis vaksin, yakni dari Sinovac sebanyak 100 juta dosis, 100 juta dosis dari Novavax, 100 juta dosis dari AstraZeneca, dan 100 juta dari Pfizer.

Survei Kementerian Kesehatan pada September 2020 menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat bersedia menerima vaksin. Padahal, sejauh ini vaksinasi menyasar 180 juta dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu memberikan penjelasan secara terperinci, terbuka, dan rasional soal pemilihan sasaran tersebut sehingga tidak ada kesan diskriminasi.

Vaksinasi tanpa diskriminasi disertai modal sosial yang sudah dimiliki bangsa ini adalah sebuah keniscayaan untuk melawan penyebaran covid-19. Mari kita menjadikan protokol kesehatan dan vaksinasi sebagai gaya hidup modern.

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.