Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Agama Menjadi Inspirasi

24/12/2020 05:00
Agama Menjadi Inspirasi
Ilustrasi MI(MI/Duta )

 

 

TUGAS Kementerian Agama sesungguhnya tidak berubah sejak awal pendiriannya hingga kini. Kementerian itu ialah kepanjangan tangan negara dalam melaksanakan amanat konstitusi.

Konstitusi mengamanatkan agar negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Tantangan terberat bagi negara saat ini ialah munculnya fenomena radikalisme dan intoleransi.

Agama sering dijadikan kendaraan untuk memenuhi syahwat politik. Tempat ibadah malah dipakai untuk kampanye atau menyampaikan aspirasi politik.

Dalam konteks itulah patut diapresiasi pernyataan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang kemarin dilantik Presiden Joko Widodo menjadi menteri agama. Pada saat diperkenalkan sebagai menteri bersama lima menteri baru lainnya Selasa (22/12), Yaqut yang akrab disapa Gus Qut meng - inginkan agar agama tak lagi dijadikan alat politik kelompok tertentu untuk menentang pemerintah ataupun merebut kekuasaan.

Tekad itu kembali dilontarkan Gus Qut seusai serah terima jabatan dari pendahulunya, Fachrul Razi, kemarin. Ia menegaskan kembali keinginannya untuk menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi.

Agama sebagai aspirasi maknanya sama saja dengan menjadikan agama sebagai alat politik. Agama dijadikan kedok untuk menentang pemerintah atau merebut kekuasaan.

Eloknya, Gus Qut mengajak para tokoh agama untuk bergandengan tangan menghadirkan inspirasi. Para pemimpin agama menjadi sumber berembusnya angin sejuk kedamaian dan ketenangan.

Terus terang, sudah lama rakyat merindukan kehadiran pemuka agama sebagai mata air kearifan, bukan menjadi pemicu sumber konfl ik yang mengalirkan air mata.

Agama dijadikan alat politik pada saat kontestasi pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden. Seusai kontestasi pun politik pembelahan masih saja terjadi padahal mereka yang terlibat langsung dalam kontestasi sudah bersatu, bahkan sudah bahu-membahu bekerja sama membangun bangsa.

Jika masih ada politik pembelahan, mereka telah menurunkan derajat kemuliaan agama dengan menjadikannya sebagai komoditas atau jualan politik. Agama terlalu mulia untuk sekadar digunakan demi kepentingan politik.

Harus tegas dikatakan bahwa Republik ini dibangun berpilarkan keberagaman dan menjadi kewajiban seluruh elemen bangsa untuk menjaga keberagaman itu. Mengawal dan merawat keberagaman itulah yang mesti terus diusung Kementerian Agama.

Publik berharap, sangat berharap, Gus Qut dapat lebih mengedepankan cara-cara harmonis dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan meningkatkan persaudaraan sesama anak bangsa.

Terus terang, program-program yang dibuat Kementerian Agama selama setahun terakhir ini lebih banyak menimbulkan polemik ketimbang mewujudkan deradikalisasi, misalnya. Gagasan yang memicu polemik itu antara lain program sertifikasi dai dan pendaftaran majelis taklim.

Pengekangan dan pengetatan yang berlebihan malah tidak akan mendekatkan kehidupan beragama pada kondisi harmonis. Justru yang dibutuhkan ialah keadilan layanan dan perlindungan bagi seluruh umat beragama.

Kita harus percaya bahwa keadilanlah yang akan membawa harmoni itu sendiri. Pada sisi lain, masyarakat harus berani menolak kehadiran para pemecah belah yang berkedok agama.



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.