Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Tantangan Berat seusai Pilkada

12/12/2020 05:00
Tantangan Berat seusai Pilkada
ILustrasi MI(MI/Duta)

 

 

PILKADA 2020 sudah selesai digelar. Meski digelar di tengah pandemi covid-19, tingkat partisipasi pemilih, menurut Badan Pengawas Pemilu, di atas 80%. Tingkat partisipasi yang tinggi berkorelasi dengan harapan perubahan kinerja pemerintah daerah yang lebih baik.

Antusiasme pemilih itu juga memperlihatkan kuatnya keinginan rakyat untuk mendapatkan pemimpin baru. Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, tidak sedikit petahana yang tumbang. Ada 290 calon petahana di antara 654 pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada pada 9 Desember.

Hasil resmi pilkada baru diketahui setelah KPU menetapkan hasil penghitungan suara. Penetapan hasil penghitungan suara untuk pemilihan bupati/ wali kota dijadwalkan pada 13-17 Desember. Pemilihan gubernur ditetapkan pada 16-20 Desember. Selama menunggu penetapan, para calon jangan menggelar pesta kemenangan yang menyebabkan kerumunan massa.

Pilkada langsung yang dimulai sejak 2005 sampai dengan 2020 berlangsung lebih dari 1.600 kali. Apakah praktik demokrasi lokal sebanyak itu mampu menyejahterakan rakyat? Jujur dikatakan bahwa demokrasi lokal baru pada tahap prosedural, belum memasuki substansi. Pemimpin yang dihasilkan melalui pilkada belum sepenuhnya bekerja untuk rakyat sesuai janji politik mereka.

Tidak sedikit pula kepala daerah yang dihasilkan melalui pilkada malah berujung di penjara karena korupsi. Mereka itu telah mengkhianati pilihan rakyat karena menyejahterakan diri sendiri.

Pemenang pilkada kali ini bakal menghadapi tantangan baru, yaitu melanjutkan pekerjaan besar mengatasi penyebaran virus korona. Karena itu, setelah dilantik nanti, pemenang jangan berlama-lama menyesuaikan diri, tetapi langsung bekerja.

Langsung bekerja karena wabah korona telah memorak-porandakan segala sendi kehidupan di daerah, terutama ekonomi dan kesehatan.

Pembangunan tidak akan berjalan jika perekonomian dan rakyatnya sakit-sakitan. Seorang kepala daerah harus bisa memetakan problematika di wilayahnya dengan permasalahan yang terjadi saat ini, mengintegrasikan persoalan ekonomi dengan kondisi kesehatan masyarakat di tengah pendemi.

Upaya memutus rantai penularan virus menjadi krusial untuk diagendakan para pemimpin daerah terpilih. Covid-19 harus jadi ‘musuh’ bersama. Apalagi, virus ini tak pandang strata, ideologi, apalagi afi liasi politik. Tidak cuma jelata, para pejabat pun sudah banyak yang terjangkit virus ini, termasuk kepala daerah. Jangan pernah kasih kendur pada upaya pemberantasan korona.

Kondisi daerah tentu saja berbeda-beda. Ada kepala daerah yang tinggal melanjutkan program kerja pendahulunya karena memang sudah baik adanya. Ada pula yang mesti mencuci piring kotor yang ditinggalkan pemimpin terdahulu.

Para kepala daerah jangan latah mengikuti kebiasaan buruk selama ini, yaitu ganti kepala daerah ganti kebijakan hanya sebagai pembeda. Harus dipastikan keberlanjutan pembangunan dari pemimpin sebelumnya.

Kursi kekuasaan bukanlah tujuan utama dalam politik bernegara. Pembangunan yang hasilnya dapat dinikmati rakyat mestilah menjadi misi utama seorang pemimpin. Tidak boleh lagi ada rivalitas, apalagi sampai mendelegitimasi pemimpin sebelumnya.

Semua harus bergandengan tangan memajukan daerah. Program yang sebelumnya telah berjalan baik, misalnya, tidak ada salahnya diteruskan. Ambil yang baik, buang yang buruk, begitu istilahnya.

Rakyat sangat merindukan keteladanan dan sikap sportivitas dari mereka yang bertarung dalam pilkada. Alangkah eloknya jika yang kalah mengucapkan selamat kepada pemenang. Sebaliknya, pemenang merangkul yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah.



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.