Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Tegakkan Tracing tanpa Kecuali

24/11/2020 05:00
Tegakkan Tracing tanpa Kecuali
(MI/Seno)

 

PENANGANAN covid-19 dilakukan di atas fondasi perikemanusiaan. Keselamatan nyawa menjadi fokus utama, karena itu semua orang harus terlibat di dalam pencegahan dan penanganannya.

Selama virus korona jenis baru itu belum ada obatnya, keengganan turut serta dalam pencegahan sama saja menantang maut dan ketidakseriusan penanganan pantas disebut sebagai kejahatan.

Menyelamatkan nyawa ialah hakikat upayanya penanganan berupa 3T atau testing (pemeriksaan dini), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan). Dengan kecepat an 3T, diharapkan penderita akan segera terdeteksi dan tertangani sebelum kondisinya menjadi buruk. Dari situ pula peluang sembuh diharapkan menjadi besar.

Sebab itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak setiap negara untuk tidak hanya menegakkan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan) melainkan juga 3T. Kegiatan 3M dan 3T ialah upaya memutus mata rantai penularan covid-19. WHO menargetkan tes usap sebanyak satu berbanding seribu penduduk per pekan.

Para ahli dunia sudah memperhitungkan masih banyaknya orang yang bebal pada pencegahan. Ketika itu terjadi, 3T menjadi jaring terakhir. Kelambanan pada tracing dan testing membuka jalan semakin banyaknya penularan. Akibatnya, tidak hanya tercipta klaster di berbagai tempat, tapi secara terus terjadinya gelombang kasus secara nasional.

Pemerintah telah berupaya mengejar target itu. Jelas bukan pekerjaan mudah karena hingga Oktober pemerintah baru mencapai 82,51% dari target tes usap. Ironisnya ialah ketika target itu meleset, bukan karena ketidaktersediaan alat ataupun tenaga medis, melainkan karena penolakan masyarakat.

Dalam konteks itulah, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak seluruh masyarakat yang mengikuti acara yang menimbulkan kerumunan dalam beberapa pekan terakhir, agar segera mengikuti tes usap. Kerumunan besar terjadi pada saat rangkaian acara yang di hadiri pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab, termasuk di Petamburan, Jakarta Pusat.

Ajakan Doni Monardo bukan mengada-ada. Sebab, kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari, angka kasus positif covid-19 di wilayah Petamburan meningkat setelah dilakukan pelacakan kontak di wilayah itu. Pelacakan kontak dilakukan setelah beberapa kali terjadi kerumunan massa di wilayah itu.

Eloknya, mereka yang terlibat dalam kerumunan itu segera memeriksakan diri. Jika ada yang menolak, tentu sangat disa yangkan. Penolakan seperti itu bukan hanya merugikan keselamatan nyawa sendiri, tapi juga orang lain.

Jauh lebih elok lagi jika para pemimpin memberikan keteladanan kepada pengikut mereka. Keteladanan bisa diberikan dengan cara sang pemimpin proaktif mengikuti tes usap. Itulah bentuk nyata tanggung jawab pemimpin terhadap keselamatan nyawa pengikutnya.

Aturan soal tes cepat dan usap telah ada di Perda 2/2020 yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 12 November  2020. Bagi masyarakat yang menolak rapid test atau swab test covid, ada denda maksimal Rp5 juta.

Kini, tinggal bagaimana menegakkan aturan yang sudah baik itu. Perda itu disu sun untuk dijalankan, bukan untuk dipajang. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta harus segera menindak semua pihak yang menolak melakukan tes usap.

Pembiaran penolakan tes usap sesungguhnya melukai kemanusiaan. Inilah bentuk tebang pilih yang membahayakan nyawa. Ketika  pemimpin daerah ikut menyuburkan pembangkangan atas perda, pemerintah pusat patut mengambil langkah yang tegas sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pemimpin daerah seperti itu, jika ada, patut ditegur.

Langkah-langkah itu memang tidak bisa memulihkan bahaya yang telanjur ada, namun inilah langkah terkecil sebagai pengingat para kepala daerah untuk tegas memerangi covid-19, termasuk ketidakacuhan warga.



Berita Lainnya
  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.