Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Cegah Keluarga Jadi Klaster Korona

29/10/2020 05:00
Cegah Keluarga Jadi Klaster Korona
Ilustrasi(MI/Seno)

CUTI bersama terkait dengan Maulid Nabi yang jatuh pada hari ini dimanfaatkan betul oleh masyarakat. Libur panjang tak mereka sia-siakan untuk pulang kampung berkumpul dengan sanak saudara atau berlibur kendati pandemi covid-19 menghantui.

Dengan penetapan cuti bersama oleh pemerintah pada Rabu (28/10) dan Jumat (30/10), hari libur memang bertambah panjang karena dikuti Sabtu dan Minggu. Kantor pemerintah baru kembali buka pada Senin (2/11).

Itulah kesempatan emas bagi masyarakat untuk rehat dari kesibukan. Mereka berbondong-bondong mudik atau membanjiri daerah-daerah wisata. Sejak Selasa (27/10) hingga kemarin siang saja, sudah ada 147 ribu kendaraan yang meninggalkan Jakarta via tol. Catatan PT Jasa Marga itu dipastikan akan bertambah karena arus kendaraan yang keluar kota terus mengalir.

Memanfaatkan libur panjang untuk melepas kepenatan sah-sah saja. Tradisi itu sudah bertahun-tahun dilakukan hingga sekarang. Namun, kita perlu mengingatkan, libur panjang kali ini berbeda dari biasanya. Berbeda lantaran covid-19 masih merajalela dan siap menginfeksi siapa saja.

Memanfaatkan libur panjang untuk berkumpul dengan keluarga memang membahagiakan. Namun, kita perlu menyadarkan bahwa di balik kebahagiaan itu ada potensi petaka akibat virus korona yang sewaktu-waktu bisa menimpa.

Dalam situasi normal, keluarga ialah komunitas yang paling aman dan menyenangkan. Namun, dalam situasi yang tidak normal seperti sekarang, keluarga bisa menjadi tempat membahayakan. Keluarga sangat potensial menjadi sumber penularan virus mematikan itu.

Fenomena itu tak mengada-ada, bukan pula untuk menakuti-nakuti semata. Data yang diungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemarin, menyebutkan betapa tingginya potensi penularan korona di lingkungan keluarga. Di Ibu Kota, kata dia, 39% kasus positif ditemukan di klaster keluarga. Jumlahnya tak tanggung-tanggung mencapai 4.684 dengan total 36.659 kasus.

Kerawanan keluarga sebagai sumber penularan korona jauh-jauh hari juga diutarakan Presiden Jokowi. Dalam rapat kabinet pada 7 September lalu, Presiden menekankan pentingnya penyadaran kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan kehati-hatian saat berada di rumah.

Merasa aman di tempat yang sebenarnya membahayakan ialah sikap yang sangat berbahaya. Ketika kita merasa aman, kehati-hatian cenderung diabaikan. Sikap itulah yang antara lain membuat penularan covid-19 di keluarga terus terjadi.

Harus tegas dikatakan, seperti halnya tempat umum, tempat privat bernama keluarga tak luput dari ancaman korona. Karena itu, sikap waspada mesti tetap menjadi hal yang utama. Protokol kesehatan wajib pula dikedepankan.

Meski kelihatan janggal dan sulit dilakukan, tidak ada salahnya di rumah tetap menjaga jarak. Begitu pula dengan mengenakan masker dan tentu saja rajin mencuci tangan.

Bahkan, ada beberapa kiat tambahan untuk menangkal korona di komunitas keluarga. Langsung mengganti baju dan bergegas mandi begitu tiba di rumah dari bepergian ialah bagian dari kiat itu. Begitu pun dengan menaruh pakaian kotor atau menggunakan perabotan secara terpisah.

Beragam ketentuan tersebut relevan betul di musim libur panjang kali ini ketika masyarakat tak bisa membendung keinginan untuk berkumpul dengan keluarga. Ribet? Memang. Namun, kita harus melakukannya agar keluarga tetap menjadi tempat yang aman dan menyenangkan.

Kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan di lingkungan keluarga tak bisa ditawar-tawar. Di lingkungan privat pemerintah tak mungkin melakukan intervensi. Jangan sampai karena tidak ada kesadaran, keluarga justru menjadi sumber petaka di saat cuti bersama.

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.