Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pengakuan dari Bank Dunia

17/10/2020 05:00
Pengakuan dari Bank Dunia
Ilustrasi MI(MI/Duta)

PROSES legislasi undang-undang (UU) sapu jagat atau omnibus law memasuki babak baru. Seusai memicu pro dan kontra serta unjuk rasa masif pascapengesahan oleh DPR pada 5 Oktober 2020, UU Cipta Kerja itu mulai mendapat pengakuan.

Beleid baru itu diserahkan DPR kepada pemerintah pada 14 Oktober 2020 untuk selanjutnya ditandatangani Presiden. Tidak lama setelah itu, unjuk rasa masif mulai berangsur surut. Sambutan hangat dan dukungan dari berbagai kalangan pun mulai mengalir.

Salah satu yang sangat signifikan datang dari lembaga keuangan terkemuka internasional, Bank Dunia. Melalui keterangan resminya, kemarin, Bank Dunia menyatakan mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui UU Cipta Kerja.

Bank Dunia, dalam pernyataan itu, menilai omnibus law merupakan langkah reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan menuju masyarakat yang sejahtera.

“UU ini dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh di Indonesia,” tegas Senior External Affairs Offcer Bank Dunia, Lestari Boediono, dalam keterangan resminya.

Dukungan dan pengakuan Bank Dunia atas upaya reformasi melalui lahirnya UU Cipta Kerja sungguh patut disambut gembira. Dukungan dan sambutan hangat dari Bank Dunia tersebut dapat merefl eksikan penilaian bahwa upaya reformasi yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah berada di jalur yang benar.

Artinya, regulasi baru itu telah paralel dengan ekspektasi masyarakat investor internasional. Kita berharap dukungan dari Bank Dunia itu dapat segera membantu perekonomian kita dalam menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan memerangi kemiskinan.

Yang juga kita inginkan ialah, melalui lahirnya UU Cipta Kerja, berbagai aturan yang tumpang-tindih dan menyulitkan kalangan investor dapat segera terhapus. Dengan demikian, Indonesia kelak tidak lagi dinilai sebagai negeri yang rumit dan ribet untuk berbisnis.

Seperti hasil survei yang dirilis TMF Group, sebuah lembaga konsultan dan riset yang berbasis di Belanda, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara paling kompleks untuk berbisnis berdasarkan indeks kompleksitas bisnis global (GBCI) periode Juni 2020. Indonesia ada bersama empat negara lain yang masuk peringkat lima besar paling rumit untuk berbisnis, yaitu Brasil, Argentina, Bolivia, dan Yunani.

Dengan lahirnya UU Cipta Kerja, kita berharap penilaian seperti yang dirilis oleh laporan TMF Group itu tidak lagi mengemuka. Dalam kaitan itu pula, kita mendorong agar pemerintah, baik pusat maupun daerah, bersinergi untuk segera membuat beleid baru itu diimplementasikan di lapangan. Seperti kita ketahui, di negeri ini ada begitu banyak regulasi yang dinilai sangat baik dan hebat di atas kertas, tetapi ketika diterapkan di lapangan berubah menjadi macan kertas.

Dalam konteks itulah kita mendorong agar implementasi UU Cipta Kerja benar-benar dikawal. Jangan sampai beleid baru ini menjadi macan kertas yang kesekian kalinya.

Kita ingin memastikan benar hal itu tidak terulang. Karena itu, untuk mengawal implementasi UU Cipta Kerja, aturan pelaksanaan atas beleid baru ini harus komprehensif.

Kita mendukung agar peraturan pemerintah dan peraturan presiden yang disiapkan untuk melengkapi UU Cipta Kerja mengakomodasi seluruh stakeholder dalam lanskap perekonomian nasional maupun internasional.

Harus dipastikan bahwa peraturan pelaksanaan yang lahir akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Jika tidak, energi besar bangsa ini yang telah tercurah demi lahirnya beleid baru itu hanya akan berakhir sia-sia. Jangan sampai!



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.