Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Ujian Kemaslahatan Pilkada

23/9/2020 05:00

HARI ini sampailah kita pada ujian sesungguhnya soal kemaslahatan pilkada. Sesuai jadwal, setelah rangkaian verifikasi sejak 7 September, hari ini KPU menetapkan pasangan calon kepala daerah dalam rapat pleno tertutup.

Penetapan itu menjadi ujian kemaslahatan sebab pilkada yang tidak patuh pada protokol kesehatan hanya membawa ancaman kesehatan se-Nusantara. Adanya kepala-kepala daerah yang terpilih tetap bukan harga setimpal jika justru banyak muncul klaster baru covid-19.

Sebab itu, pembuktian kemaslahatan pilkada sudah harus ditunjukkan sejak hari ini juga. Mereka yang lolos menjadi paslon kepala daerah mutlak menghindari perayaan yang menyebabkan kerumunan massa.

Paslon yang tetap menggelar perayaan layak untuk segera ditinggalkan konstituen. Mereka bukan saja egois, melainkan juga bebal akan segala kehilangan bangsa ini akibat pandemi.

Dalam pilkada di tengah masa wabah kali ini, tiap-tiap elemen masyarakat memang semestinya ikut menjadi pengawas setiap tahapan pilkada. Sebab, harus kita akui, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020 ibarat macan ompong. Peraturan itu memuat berbagai ketentuan pelaksanaan Pilkada 2020 di masa pandemi covid-19, tapi tanpa sanksi tegas.

Tak mengherankan jika berbagai pelanggaran mudah terjadi. Di masa pendaftaran saja, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat terjadi pelanggaran protokol kesehatan di 243 dari 270 daerah yang menggelar pilkada. Hampir pasti pelanggaran serupa bakal terus terjadi karena mereka yang melanggar juga terus bebas melenggang.

Tidak hanya tanpa kekuatan sanksi, PKPU Nomor 10 Tahun 2020 itu pun sesungguhnya aturan yang sangat longgar, jika tidak mau disebut mengecilkan ancaman pandemi. Bagaimana tidak, PKPU bahkan masih mengizinkan konser musik.

Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kemarin, yang hanya membolehkan konser musik virtual dalam pilkada, tidak sepenuhnya bisa menghentikan bahaya yang sudah terjadi akibat aturan longgar dalam PKPU. Ketidaktegasan dalam PKPU 10/2020 itu tetaplah menjadi bahaya yang bisa berakibat fatal dalam upaya perang melawan korona.

KPU dan pemerintah mestinya menyadari bahwa pesta demokrasi di 270 daerah tetaplah ancaman kesehatan se-Nusantara. Dengan pergerakan manusia yang tetap tinggi maka penularan ke wilayah-wilayah lain hanya butuh hitungan hari. KPU pun sepantasnya dapat berkaca dari klaster penularan yang terjadi di pimpinan mereka sendiri dan di pejabat-pejabat daerah.

Lebih jauh lagi, dengan ratusan pelanggaran yang sudah terjadi dan laju kasus nasional yang belum juga mereda, pemerintah harusnya lebih serius dalam menjamin keamanan pilkada.

Presiden Joko Widodo sudah sepantasnya mendengarkan masukan banyak pihak agar mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk memuat sanksi bagi peserta Pilkada 2020 yang melanggar protokol kesehatan. Permintaan yang bahkan datang dari komisioner KPU sendiri sudahlah cerminan nyata akan lemahnya PKPU 10/2020.

Ketika pemerintah berkukuh tetap melaksanakan pilkada maka sepantasnyalah juga membuktikan kesungguhan dalam melindungi rakyat.

Adanya anggapan bahwa perppu tidak dibutuhkan ataupun terlalu tinggi untuk mengatur pelaksanaan tahapan pilkada, justru sebuah kekeliruan.

Anggapan bahwa perppu tidak perlu ada sesungguhnya bertolak belakang dengan keinginan Presiden bahwa aturan di masa pandemi semestinya lebih proaktif dan progresif. Perppu bentuk nyata regulasi yang proaktif dan progresif.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.