Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP kali kita memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI, saat itu pula kita kembali mengingat jasa para pahlawan.
Begitu banyaknya pahlawan nasional yang mampu memberikan keteladanan di masa-masa perjuangan kemerdekaan. Mereka mengobarkan semangat rakyat untuk melawan penjajah di tengah segala keterbatasan.
Di masa sekarang, tugas kita semua berjuang mengisi kemerdekaan agar terwujud cita-cita rakyat sejahtera, berkehidupan berbangsa yang cerdas, dan menjunjung ketertiban dunia.
Perjuangan kekinian tersebut juga memerlukan anutan su paya tidak melenceng dari amanat konstitusi. Para pejabat publik, tokoh par tai politik, hingga tokoh masyarakat dan agama menjadi tempat rakyat mengarahkan pandangan.
Dari mereka, rakyat berharap mendapatkan teladan. Berat memang tanggung jawab elite. Mereka dituntut menjadi contoh yang baik dalam menegakkan norma-norma hukum dan etika bagi masyarakat luas. Lebih-lebih saat ini, ketika nasib bangsa sangat bergantung pada disiplin mematuhi protokol kesehatan melawan wabah covid-19.
Namun, tidak semua elite mengerti tanggung jawab mereka itu. Beberapa kali terdengar berita pejabat atau tokoh berbalik marah ketika ditegur karena tidak memakai masker.
Pun, saat tepergok mengendarai mobil dengan jumlah penumpang melebihi kapasitas yang diizinkan. Belum lagi yang entah karena ketidakpaham an protokol atau sengaja meremehkan, memakai masker dengan asal-asalan. Masker yang tampak sudah memenuhi standar WHO tersebut ditarik ke dagu saat pejabat pemakainya bercakap-cakap.
Tidak mengherankan jika di pasar, perkantoran, dan tempat-tempat yang rawan penularan covid-19 lainnya, perilaku yang sama ju ga dipraktikkan masyarakat. Muncullah klaster-klaster baru penularan covid-19 sekaligus membuat penambahan kasus positif semakin
laju.
Sungguh melegakan saat dua acara penting negara belakangan, yakni sidang tahunan MPR dan upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana, memamerkan disiplin tinggi penegakan protokol kesehatan.
Para pejabat dan undangan yang hadir, di pimpin Presiden, dengan patuh terus-menerus mengenakan masker dan menjaga jarak aman. Contoh yang sangat baik.
Menjaga lisan dan laku merupakan keutamaan yang senantiasa harus ditunjukkan elite. Oleh karena itu, sangat disayangkan pula ketika elite bersikap arogan seperti dalam kasus Ahmad Mumtaz Rais, tokoh Partai Amanat Nasional.
Teguran awak kabin Garuda Indonesia tidak dipatuhi Mumtaz yang mengoperasikan ponsel di pesawat. Hal itu mendorong Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango yang duduk di deretan yang sama menegur Mumtaz. Alih-alih menyadari kesalahannya, eks anggota legislatif 2019-2014 itu melontarkan kata-kata bernada tinggi kepada Nawawi.
Kita apresiasi bahwa beberapa hari kemudian, Mumtaz meminta maaf atas sikapnya. Permintaan maaf tersebut mencerminkan kebesaran hati yang sesungguhnya memang dimiliki putra tokoh PAN Amien Rais itu.
Meski begitu, ada norma hukum yang diduga telah terlanggar. Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan melarang pengoperasian peralatan elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan. Pelanggar terancam sanksi pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp200 juta.
Sebagai pidana umum, tentu harus ada proses hukum membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran oleh Mumtaz. Bila kasus itu berhenti begitu saja, pesan yang sampai kepada masyarakat ialah tidak masalah melanggar hukum asal meminta maaf. Atau, yang lebih mengusik rasa keadilan, elite mendapat keistimewaan di hadapan hukum.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved