Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Naik Status untuk Lakukan Lompatan

04/7/2020 05:00

TERJEBAK ke dalam kelompok berpendapatan menengah atau middle income trap menjadi momok setiap negara. Negara yang tidak mampu keluar dari jebakan tersebut di yakini bakal kesulitan dalam meraih tujuan sebagai negara maju dengan masyarakat yang memiliki income per kapita tinggi.

Segera keluar dari middle income trap pun menjadi misi setiap negara yang masih berada dalam daftar negaranegara berpenghasilan menengah, tidak terkecuali Indonesia.

Setelah sekian lama berkutat dalam daftar negara menengah, peluang Indonesia untuk terlepas dari jebakan middle income pun terbuka.

Bank Dunia per 1 Juli 2020, menaikkan status Indonesia dari negara berpendapatan menengah ke bawah atau lower middle income menjadi negara berpendapatan menengah ke atas atau upper middle income.

Hal itu terjadi setelah pendapatan nasional bruto (gross national income) per kapita Indonesia naik dari posisi US$3.840 menjadi US$4.050.

Di tengah situasi global yang tidak menentu akibat pandemi covid-19, pencapaian tersebut patut kita syukuri.

Yang harus pula kita catat, status baru di mata Bank Dunia itu menjadi bukti kesuksesan program pembangunan oleh pemerintahan Joko Widodo.

Setelah bekerja, bekerja, dan bekerja selama lima tahun dan kini memasuki tahun keenam, tandatanda keberhasilan itu pun semakin nyata.

Kita mengapresiasi setinggi-tingginya pencapaian tersebut. Kita sependapat dan mendukung pernyataan Kepala Negara dalam Sidang Terbuka Peringatan 100 Tahun Institut Teknologi Bandung, kemarin.

Bahwa, selain mensyukuri tercapainya status baru tersebut, pencapaian sebagai negara berpendapatan menengah ke atas itu harus pula kita sikapi sebagai sebuah peluang agar Indonesia bisa terus melakukan lompatan kemajuan.

Artinya, momentum itu harus mampu kita kelola dan jadikan pijakan agar Indonesia benar-benar berhasil keluar dari middle income trap dan berhasil menjadi negara berpenghasilan tinggi.

Itu bukan hanya tantangan pemerintah, melainkan juga bagi kita semua. Pencapaian itu pun tak boleh membuat kita berpuas diri. Meskipun status naik, kita masih berada di dalam daftar negara berpenghasilan menengah. Artinya, kita masih berada di dalam jebakan lama.

Untuk bisa melakukan lompatan jauh dan membuat Indonesia keluar dari middle income trap, sejumlah pekerjaan rumah masih harus kita selesaikan.

Pertama, kerja keras dalam mendorong pertum buhan ekonomi inklusif, berkualitas, harus ber kelanjutan. Pertumbuhan ekonomi harus pula melampaui 5% agar peningkatan pendapatan per kapita signifi kan dapat dicapai.

Kedua, ketimpangan harus dikurangi melalui pengintensifan kebijakan inklusif dan afi rmatif. Ketiga, transaksi berjalan atau current account harus berada dalam kondisi surplus berkelanjutan. Ingat, beberapa tahun terakhir ini, current account kita masih berada dalam kondisi defisit.

Kerja keras dan bahkan kerja cerdas memang menjadi pilihan satu-satunya jika kita ingin benar-benar keluar dari jebakan middle income tersebut.

Di tengah kondisi global akibat pandemi yang belum berakhir, itu bukan perkara mudah. Akan tetapi, ia juga bukan sesuatu yang mustahil. Asalkan ada ke sungguhan dan komitmen.

Dengan semangat itu, kita percaya status baru sebagai negara upper middle income dapat menjadi momentum untuk membuat lompatan agar Indonesia keluar dari middle income trap dan meraih tujuan berbangsa sebagai negara maju, makmur, dan berkeadilan sosial.

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.