Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Menyelaraskan Kesehatan dan Ekonomi

26/6/2020 05:00

PERUBAHAN sebuah kebijakan tidak bisa sepenuhnya radikal, drastis tanpa adanya transisi. Perubahan kebijakan harus bertahap, jangan terlalu menitikberatkan ke satu sisi dan mengabaikan sektor lainnya.

Dalam konteks krisis akibat pandemi covid-19, dari penerapan pembatasan menuju kenormalan baru harus didahului transisi dan prakondisi. Pemulihan sektor kesehatan dan ekonomi juga harus berjalan secara seimbang.

Tidak bisa hanya melakukan upaya pemutusan rantai penularan covid-19 dengan pembatasan aktivitas yang mengorbankan sektor ekonomi atau sisi berlawanannya mengedepankan kegiatan ekonomi dengan risiko wabah covid-19 makin sulit dikontrol.

Sejumlah wilayah di Indonesia telah mencabut status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memulihkan kondisi perekonomian. Sejumlah wilayah masuk masa transisi, tetapi tidak dibarengi dengan kesiapan dalam penerapan protokol kesehatan.

Dampaknya ialah kasus covid-19 yang terkonfirmasi makin masif. Hingga kemarin, akumulasi kasus positif menembus 50 ribu. Tepatnya 50.187 kasus, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. Dengan penambahan harian 1.178 kasus.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa penularan wabah korona masih belum bisa sepenuhnya dikontrol. Jawa Timur mencatat jumlah terbanyak dengan 247 kasus baru. Berikutnya, DKI Jakarta dengan 196 kasus baru dan Sulawesi Selatan dengan 103 kasus baru.

Memang, DKI Jakarta sudah tidak lagi memberlakukan PSBB, begitu juga Surabaya sebagai penyumbang kasus terbesar di Jawa Timur juga tidak lagi menerapkan PSBB. Namun, meskipun masih menerapkan PSBB, wilayah Makassar masih menjadi episentrum penyebaran di Sulawesi Selatan.

Untuk itulah yang lebih penting daripada PSBB ialah kepatuhan masyarakat untuk menggalakkan protokol kesehatan. Walaupun ada PSBB, bila masyarakat tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, ya itu sama saja.

Di samping itu, pengambil kebijakan harus cermat dan bijak dalam membaca perkembangan situasi. Presiden Joko Widodo bahkan mengibaratkan pengambilan kebijakan itu seperti mengemudi. Pemimpin harus mampu menentukan kapan menginjak gas dan kapan waktu untuk mengerem.

Presiden meminta kepala daerah tidak hanya menginjak gas urusan ekonomi, tetapi urusan kesehatan menjadi terabaikan, tidak bisa juga konsentrasi penuh di urusan kesehatan, tetapi ekonomi dibiarkan terpuruk.

Butuh kebijakan yang betul-betul sistematis berpatokan pada aspek kesehatan dan ekonomi. Misalnya, pertama dengan memprioritaskan membuka sektor-sektor dengan risiko penularan kecil, tetapi dampak ekonominya besar. Bertahap, hingga terakhir sektor dengan risiko besar dampak ekonomi kecil.

Harus ada kesadaran bersama bahwa saat ini kita berada dalam posisi krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Perlu dicarikan solusi yang tepat untuk keduanya.

Mesti ada keseimbangan sehingga semuanya dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Ekonomi dan kesehatan bukanlah dua titik yang berlawan. Namun, dua sektor yang mesti diselamatkan secara beriringan. Pengambil kebijakan harus pandai mencari formula yang seimbang, yakni mengombinasikan gas dan rem dengan tepat dan cermat.

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.