Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Lampu Kuning Covid-19 DKI

24/6/2020 05:00

LAMPU kuning ialah sinyal paling sederhana untuk kehati-hatian atau kewaspadaan. Gagal atau berhasilnya kondisi setelahnya bergantung pada kuatnya kewaspadaan itu.

Inilah yang kita suarakan untuk Pemprov DKI Jakarta. Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa angka reproduksi (Ro/R naught) covid-19 kini berada di angka 0,98 atau turun 0,01% dari awal masa transisi PSBB yang masih 0,99, tentu kabar baik.

Penurunan angka reproduksi yang dicapai pada minggu kedua penerapan PSBB transisi setidaknya menepis kekhawatiran di awal. Sebelumnya, pemberlakuan PSBB transisi di masa Ibu Kota belum benar-benar melandaikan  kurva membawa risiko besar.

Di sisi lain, meski lebih memberi gambaran yang luas ketimbang hanya angka penambahan jumlah kasus, sesungguhnya angka reproduksi juga belum cukup untuk menjadi dasar klaim keberhasilan. Kita masih perlu mengkaji jumlah harian tes PCR.

Jumlah tes itu sedemikian penting karena memang salah satu dari angka yang dibutuhkan untuk perhitungan angka reproduksi. Selain angka jumlah orang yang meninggal dan orang yang dirawat, angka reproduksi juga baru dapat diketahui tepat dengan angka penderita positif dari hasil tes. Maka bisa diketahui dengan sederhana, besar-kecilnya angka tes harian sangat memengaruhi besar-kecilnya angka reproduksi.

Inilah kondisi lampu kuning berada. Kita tidak pernah mengetahui jumlah tes harian dengan tepat.

Hal itu sebenarnya tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di seluruh daerah. Tidak hanya Pemprov DKI, pemerintah pusat pun tidak menyertakan jumlah tes PCR harian. Selama ini kita hanya diberikan angka target tanpa kejelasan soal ketercapaian target itu.

Di Jakarta, berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 94/SE/2020 disebutkan bahwa target PCR ialah 2.230 tes per hari. Selain mempertanyakan mengenai pencapaian target itu, angka itu pun perlu kita bandingkan dengan target WHO, yakni 1.000 tes per satu juta penduduk per minggu.

Survei penduduk antarsensus (SUPAS) memproyeksikan jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2020 bertambah 72 ribu orang menjadi 10,57 juta orang. Dengan begitu, setidaknya DKI Jakarta harus melaksanakan 10 ribu tes per minggu. Sekilas target WHO sudah bisa terpenuhi jika target 2.230 tes PCR per hari tegak dilaksanakan.

Sayangnya, kita ketahui bersama DKI Jakarta tidak hanya menampung penduduk yang benar-benar ber-KTP lokal. Pada 2017 saja, Bappenas menyebut bahwa Jakarta dibebani 30 juta orang per hari yang artinya jumlah pekerja yang masuk-keluar DKI setiap harinya lebih besar daripada penduduk lokal.

Betul jika jumlah orang yang datang dari kota-kota penyangga selama pandemi ini telah berkurang. Namun, tetap saja target tes PCR harian itu belum tentu sesuai ataupun mendekati standar WHO.

Lubang besar inilah yang perlu dijawab dan ditindaklanjuti Pemprov DKI. Ketidakacuhan terhadap hal ini bisa membuat kita berada pada keberhasilan palsu yang justru membawa pada petaka.

Tidak hanya peringatan kepada Pemprov DKI, hal serupa juga lebih penting lagi disadari pemerintah pusat. Sebab, tentu saja petaka lebih besar menunggu jika semua daerah dibuai oleh angka tidak akurat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.