Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Nyawa Rakyat di Tangan Bansos

23/6/2020 05:00

SEJUMLAH survei menunjukkan masyarakat di Tanah Air lebih takut kelaparan ketimbang terinfeksi virus korona. Data puluhan orang meninggal dan ratus an hingga seribu lebih o rang tertular covid- 19 yang diumumkan setiap hari tidak meng ubah urutan ketakutan itu. Kematian 2.500 jiwa hanya dalam tempo tiga bulan tampak begitu jauh di mata.

Masyarakat Indonesia tidak sendiri. Kelaparan menghantui penduduk di berbagai negara selama masa pandemi yang hingga kini tidak diketahui kapan akan berakhir. Badan PBB World Food Programme memperkirakan lebih dari 250 juta penduduk dunia akan mengalami kelaparan akut per akhir tahun ini. Sekitar 130 juta lainnya berada dalam posisi rentan.

Ketika orang harus memikirkan bagimana bisa makan hari itu, tidak ada lagi tempat untuk memikirkan hal yang lain. Mereka cenderung tidak segan melanggar protokol kesehatan agar bisa makan. Itu sebabnya peranan bantuan sosial (bansos) begitu krusial dalam penanganan wabah covid-19.

Sayangnya, penyaluran bansos di negeri ini sangat karut marut. Data yang usang membuat penyaluran bansos banyak tidak tepat sasaran. Itu pun masih diperparah dengan penyelewengan- penyelewengan dengan berbagai modus. Mulai dari penggelembungan harga bansos, pemotongan, hingga manipulasi data sasaran.

Ancaman KPK yang akan menuntut penyalah guna bansos dengan hukuman mati tampaknya tidak cukup menggentarkan. Sejauh ini, polisi telah menemukan delapan kasus dugaan penyelewengan bansos di Banten dan Sumatra Utara. Di Simalungun, Sumatra Utara, misalnya, ditemukan pemotongan jatah beras sebanyak 2 kilogram per penerima.

Data yang usang dan potensi penyelewengan sesungguhnya bisa diperbaiki dan diminimalkan melalui transparansi. Kuncinya ada di daerah. Bansos dari pemerintah pusat pun sangat bergantung pada data daerah

Ada beberapa kepala daerah yang berinisiatif menempelkan data penerima bansos di tiap kantor kepala desa atau kelurahan. Di situ warga dilibatkan untuk ikut aktif mengawasi.

Bila terdapat yang tidak layak, data sasaran bansos bisa segera diketahui dan dilaporkan untuk diperbaiki. Demikian pula jika ada warga yang semestinya layak mendapatkan bantuan malah tidak terdaftar.

Besaran dan bentuk bansos pun semestinya dirinci dan diumumkan ke warga. Dengan begitu, penerima bantuan dapat mengetahui secara pasti apa yang semestinya mereka dapatkan.

Inisiatif kebijakan seperti itu hanya mendapatkan acungan jempol atau kalimat pujian dari pemerintah pusat. Kenapa tidak lantas menjadikannya sebagai prosedur tetap di seluruh daerah? Artinya, semua pemda wajib menerapkannya, termasuk mengumumkan kanal-kanal pengaduan yang bisa dipakai warga.

Pujian saja tidak akan berarti apa-apa untuk perbaikan penyaluran bansos dan pencegahan penyelewengan di daerah lain. Bahkan, itu tidak ubahnya melakukan pembiaran. Menerapkan dapat pujian. Tidak menerapkan, ya semoga tidak ada penyelewengan. Pasrah sekali!

Kita berharap instrumen-instrumen pemerintah seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan juga bergerak aktif mendeteksi penyelewengan. Tidak sekadar duduk-duduk menunggu umpan balik atau aduan masyarakat.

Penyaluran bansos yang tepat sasaran dan tepat jumlah ibarat nyawa. Bukan hanya bagi rakyat dalam kelompok miskin dan rentan, melainkan juga untuk keberhasilan pengendalian wabah covid-19. Penularan bisa dihambat, nyawa seluruh rakyat terselamatkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.