Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Data Pasien Covid-19 Diperjualbelikan

22/6/2020 05:00

KEBOCORAN data pribadi kembali terjadi di instansi pemerintah. Kali ini peretas mengklaim telah mendapatkan sekitar 230 ribu data pribadi dari database pasien covid-19 seluruh Indonesia.

Sebuah akun bernama Database Shopping pada situs Raid Forums pada pekan lalu mengklaim memiliki basis data berisi sekitar 230 ribu data pasien covid-19 di Indonesia. Data dibanderol US$300.

Basis data tertanggal 20 Mei itu berisi informasi yang cukup mendetail: nama, nomor telepon, alamat, hasil tes PCR, hingga lokasi rumah sakit tempat dirawat.
 
Bukan kali ini saja data di instansi pemerintah diretas. Sebelumnya, 2,3 juta data pribadi sensitif meliputi nama, alamat, nomor induk kependudukan, dan nomor kartu keluarga diduga diretas dari situs Komisi Pemilihan Umum.

Peretas juga berhasil membobol data pihak swasta. Pada Mei lalu, seorang peretas menjual data pengguna platform dagang Tokopedia. Dalam kasus itu, Tokopedia membenarkan ada upaya menembus pertahanan keamanan mereka, tetapi data pengguna dipastikan aman.

Data pribadi penumpang Lion Air Group juga sempat bocor. Kementerian Komunikasi dan Informatika turun tangan dan meminta perusahaan penerbangan itu mengambil langkah pengamanan data pribadi penumpang.

Kebocoran data pribadi tersebut semakin memperkuat argumentasi perlunya membuat regulasi perlindungan data pribadi dan sudah saatnya Indonesia membentuk pusat data nasional.

Regulasi itu bukan semata-mata melindungi data pribadi, melainkan paling penting menyangkut keamanan data yang bertalian dengan kedaulatan data nasional.

Pemerintah telah menyerahkan naskah RUU Perlindungan Data Pribadi kepada DPR pada 24 Januari. Sudah lima bulan berlalu, DPR tak kunjung membahasnya. Ironisnya, setiap kali terjadi kebocoran data pribadi, saban itu pula DPR lantang berteriak tentang pentingnya regulasi perlindungan data pribadi.

Saatnya publik mendesak DPR dan pemerintah untuk memprioritaskan pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi. Apalagi materi RUU ini di satu sisi diperuntukkan menjaga kedaulatan data dan di sisi yang lain juga memastikan membuka peluang yang ramah terhadap inovasi dan bisnis.

RUU ini juga sebagai solusi atas banyaknya pengaturan data pribadi dalam beberapa peraturan perundang-undangan yang ada. Ada 32 regulasi yang mengatur data pribadi saat ini yang satu sama lain tidak sinkron. Sayangnya, berbagai undang-undang yang pasalnya mengatur data pribadi belum tegas mengatur sanksi pidana jual-beli data pribadi.

Harus tegas dikatakan bahwa potensi kebocoran data pribadi di instansi pemerintah sangat besar. Terlalu banyak instansi pemerintah yang mengelola data dengan pengamanan yang diragukan.

Berdasarkan  hasil  survei  Kementerian  Komunikasi dan Informatika pada 2018, terdapat 2.700 pusat data pada 630 instansi pusat, pemerintah daerah. Artinya, rata-rata terdapat empat pusat data di setiap instansi pemerintah. Secara nasional, utilisasi pusat data dan perangkat keras hanya mencapai 30% dari kapasitas.

Selain pemborosan, pusat data yang tersebar di banyak instansi itu membuka diri untuk diretas. Karena itu, tidak bisa ditawar-tawar lagi, saatnya dibangun satu pusat data nasional dengan pengamanan superketat.

Kasus dugaan kebocoran data pribadi pasien covid-19 harus ditangani serius. Perlu dilakukan audit digital forensik untuk mengetahui persis di mana letak kebocoran data tersebut.

Terus terang, data pasien covid-19 sangat berbahaya jika berada di tangan pihak yang tidak berhak dan bermaksud buruk. Jangan sampai data itu tersebar di masyarakat kemudian dipakai untuk mengusir pasien yang sudah sembuh. Karena itu, pemerintah segera melakukan edukasi digital.



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.