Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Evaluasi Kritis Kartu Prakerja

20/6/2020 05:00

SETELAH menjadi polemik di media arus utama dan media sosial selama beberapa bulan terakhir, persoalan yang mencuat dalam program kartu prakerja memasuki babak baru.

Bukan hanya masyarakat yang menangkap adanya potensi persoalan dalam salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo tersebut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mencatat sejumlah masalah yang membuat lembaga antirasuah itu bersikap kritis.

KPK, melalui Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Kamis (18/6), secara resmi mengumumkan kepada publik hasil kajian atas sejumlah persoalan yang muncul dalam kartu prakerja.

Ada sejumlah persoalan krusial yang menjadi catatan KPK. Pertama, pelatihan daring dalam kartu prakerja disebut KPK tidak memiliki mekanisme kontrol dan berpotensi merugikan keuangan negara. Kedua, metode pelaksanaan program pelatihan secara daring dalam kartu prakerja berpotensi fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara.

Ketiga, lembaga pelatihan pada program itu dapat menerbitkan sertifi kat meskipun peserta belum menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang dipilih. Keempat, materi pelatihan yang memenuhi syarat dalam program kartu itu hanya 13% dari 1.895 pelatihan.

Kelima, sebagian besar materi pelatihan dalam program tersebut juga tersedia gratis di internet.

Keenam, mekanisme pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dalam program tersebut tidak sesuai prosedur karena melalui penunjukan langsung.

Kita mencatat, hasil kajian KPK tersebut pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan yang selama ini mengemuka di ranah publik. Dalam beberapa hal, kita mencermati bahwa KPK secara kuantitatif dan kualitatif menginventarisasi pelanggaran prosedur dan potensi kerugian negara yang dapat timbul dari program yang telah berjalan itu.

Catatan kritis KPK atas program kartu prakerja patut diapresiasi. Kita juga menghargai niat baik KPK dalam mencegah terjadinya kerugian negara dengan menyerahkan hasil kajian tersebut kepada pemerintah, khususnya Kemenko Bidang Perekonomian yang menjadi penanggung jawab program tersebut.

Karena itu, kita mendorong agar pemerintah, dalam hal ini Kemenko Bidang Perekonomian, mempertimbangkan benar saran-saran dan masukan KPK yang merupakan hasil kajian mendalam atas program kartu prakerja.

Dalam kaitan itu, kita melihat respons Kemenko Bidang Perekonomian pun positif atas masukan KPK tersebut. Untuk itu, penghargaan patut pula kita sampaikan kepada pemerintah yang telah menyatakan akan memperbaiki program yang sudah masuk gelombang ke-4 itu sesuai rekomendasi KPK.

Kita berharap agar tekad untuk menutup berbagai loopholes yang menganga dalam kartu prakerja itu tidak berhenti sebatas statement. Publik tentu tidak ingin implementasi perbaikan itu sekadar lip service.

Ingin kita tekankan bahwa dalam kondisi pandemi covid-19, pelatihan secara luring memang kurang memungkinkan sehingga pelatihan secara daring pun dapat menjadi opsi solutif..

Akan tetapi, hendaknya hal itu tetap harus dilakukan tanpa mengorbankan kuantitas dan kualitas materi pelatihannya. Jika secara kuantitas dan kualitas materi pelatihan dalam kartu prakerja lebih rendah daripada materi gratisan di internet, tentu tidak elok dan tidak patut.

Dari segi administrasi dan pengelolaan, kita pun benar-benar ingin memastikan agar hal itu tidak menerabas prinsip pengadaan barang dan jasa yang telah diatur secara hitam putih.

Yang tidak kalah penting ialah jangan sampai ada korupsi dalam program ini. Jangan sampai pula ada kerugian negara. Jangan sampai!

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.