Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Lejitkan PT DI Sapu Bersih Korupsi

16/6/2020 05:00

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengungkap ke publik dugaan praktik korupsi di tubuh PT Dirgantara Indonesia pada Mei lalu. Direktur Utama PT DI periode 2007- 2017, Budi Santoso, menyambangi KPK pada Jumat (5/6). Ia mengaku diperiksa sebagai tersangka.

Namun, saat itu belum ada pengumuman penetapan tersangka dari KPK. Menurut KPK, tersangka pasti akan diumumkan. Hanya saja kebijakan publikasi tersangka berbeda dengan era sebelumnya. Komisi antirasuah di bawah kepemimpinan Firli Bahuri baru akan mengumumkan setelah penahanan atau penangkapan tersangka. Para tersangka dengan mengenakan rompi oranye ikut dihadirkan dalam jumpa pers.

KPK memenuhi janji mereka. Seminggu kemudian, pada Jumat (12/6) Budi Santoso bersama mantan Asisten Direktur Utama Bidang Bisnis Pemerintah PT DI Irzal Rinaldi Zailani resmi ditahan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Perkara korupsi yang menjerat keduanya menggunakan modus pemasaran dan penjualan fi ktif sepanjang periode 2011 hingga 2018. Kerugian keuangan negara akibat praktik rasuah tersebut ditaksir senilai total Rp330 miliar.

Di hari yang sama pengumuman kedua tersangka, beredar surat panggilan KPK terhadap anggota direksi lainnya, yakni mantan Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Arie Wibowo. Dalam surat itu, Arie dipanggil sebagai tersangka. Meski begitu, hingga kemarin KPK belum mengumumkan penetapan tersangka baru.

Pengumuman tinggal menunggu waktu. KPK telah mengungkapkan dugaan korupsi di BUMN kedirgantaraan itu tidak hanya melibatkan sang mantan dirut dan asistennya. Terlebih, transaksi fi ktif yang berlangsung selama tujuh tahun tersebut melibatkan sedikitnya enam perusahaan mitra/agen.

Belum lama ini juga mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mendapat vonis 8 tahun penjara. Ia terbukti memperkaya diri dan orang lain dalam pengadaan pesawat dan mesin untuk Garuda Indonesia, hingga merugikan negara.

Kini, terbongkarnya kasus korupsi di PT DI kian menguatkan harapan adanya upaya yang benar-benar serius dalam membersihkan dan memperbaiki tata kelola perusahaan pelat me rah. Korupsi di PT DI harus diusut hingga tuntas. Semua pelakunya mesti diseret ke pe ngadilan dan diganjar hukuman yang keras.

Namun demikian, pengusutan jangan sampai membuat citra BUMN tersebut terpuruk. PT DI sebagai industri strategis harus diselamatkan. Bila perlu, negara memberikan fasilitas kemudahan agar PT DI kembali bangkit.

Berkat kiprah PT DI, Indonesia memiliki rekam jejak prestasi sebagai produsen pesawat untuk keperluan baik komersial maupun militer. Karya-karya PT DI telah diekspor ke banyak negara seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Nepal, hingga Senegal.

PT DI merupakan salah satu perusahaan nasional yang diharapkan mampu berkiprah lebih agresif di pasar global. Sudah sejak lama Indonesia bermimpi memiliki BUMN-BUMN kelas dunia yang mampu berkompetisi sengit dengan perusahaan papan atas global.

Sampai dengan sekarang, baru PT Pertamina (persero) yang berhasil masuk jajaran perusaha an dengan pendapatan bruto terbesar, Top 500 Fortune Global. Tata kelola yang buruk disertai korupsi menjegal langkah BUMN. Kita butuh sapu yang kuat dan bersih, serta pedang tajam pemberantasan korupsi untuk melejitkan BUMN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.