Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tetap Patuh Jangan Lengah

12/5/2020 05:00

PERANG kita melawan covid-19 belum jelas kapan bakal berakhir. Hingga kini, belum ada metodologi yang dapat memprediksi secara presisi ujung dari pandemi ini. Yang pasti, akhir perjalanan covid-19 di setiap negara berbeda-beda. Kapan itu? Tergantung kebijakan yang dipilih pemerintah dan kepatuhan serta kedisiplinan semua elemen bangsa menjalankan kebijakan tersebut.

Sejak akhir Maret 2020 lalu pemerintah Indonesia memilih kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Semestinya tak perlu lagi ada perdebatan soal itu. Toh tidak ada satu pun model penanganan yang bisa diklaim paling benar, paling tepat untuk perang melawan pandemi ini. Tugas anak bangsa ini ialah memastikan aturan dan kebijakan itu bisa dijalankan dengan tingkat kepatuhan tinggi.

Dalam beberapa hari terakhir, kepatuhan itu tampak mulai menunjukkan hasil. Contoh paling nyata di DKI Jakarta, daerah pertama yang mengajukan dan menerapkan PSBB. Pada awal April lalu DKI Jakarta menyumbang 50% kasus secara nasional. Di awal Mei, setelah menerapkan PSBB, kontribusi pasien terkonfirmasi secara nasional turun menjadi 39%.

Di Jakarta pula kasus positif yang dirawat di rumah sakit terus menurun. Kini, setidaknya menurut catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tidak ada fasilitas kesehatan yang kewalahan karena mengalami kapasitas yang kepenuhan. Ini menunjukkan bahwa pasien sembuh semakin banyak. Sebaliknya, semakin sedikit pasien yang mengalami gejala berat dan butuh perawatan intensif.

Fakta itu memang belum menjadi pertanda bahwa virus korona mulai meninggalkan Jakarta. Bukan pula isyarat bahwa kita mulai boleh tidak serius menanggulangi covid-19. Namun, setidaknya itu dapat membuktikan bahwa PSBB pun dapat berjalan efektif selama semua pihak mematuhinya, menaatinya.

Kita tahu, dalam hal penyebaran covid-19 di Indonesia, Jakarta ialah episentrum. Kiranya ketika pergerakan virus di episentrumnya sudah sedikit melambat, walaupun masih fluktuatif, kita bisa berharap daerah-daerah lain pun segera mengikutinya. Syaratnya, pemerintah daerah melaksanakan PSBB dengan konsistensi dan koordinasi yang kuat, serta di sisi lain, warga mesti memegang tiga kata sakti; taat, patuh, dan disiplin.

Dalam skop nasional, melambatnya penambahan kasus di DKI sejatinya ialah kabar gembira yang harus disikapi pemerintah pusat dengan bijaksana. Ini bukan kabar gembira yang boleh direspons dengan sukacita yang kelewat batas. Ini fakta yang mestinya menjadi penguat komitmen pemerintah dalam peperangan melawan covid-19, bukan malah membuat lengah dan menjadikannya alasan untuk melonggarkan pembatasan.

Pembatasan ketat harus terus dilakukan karena, sekali lagi, kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir. Persoalannya ialah pelaksanaan PSBB tidak merata di semua wilayah. Bahkan banyak daerah belum menerapkan PSBB. Padahal, ketika di Jakarta melambat, yang dikhawatirkan ialah potensi perpindahan peningkatan jumlah kasus ke daerah lain.

Gugus tugas sudah menyarankan daerah lain yang mengalami peningkatan kasus positif covid-19 segera mengajukan PSBB kepada Menteri Kesehatan. Akan tetapi, itu sangat tergantung inisiatif pemerintah daerah. Yang mesti dipastikan saat ini ialah pemerintah harus meminimalkan perpindahan penduduk antarprovinsi, antarkota dan kabupaten.

Dalam konteks ini, kita ingin mengingatkan pemerintah, jangan pernah melonggarkan aturan pelarangan mudik sebab pada momen itulah puncak perpindahan orang dari satu daerah ke daerah lain terjadi. Bahkan, untuk alasan lain pun, pelonggaran dan relaksasi mestinya menjadi langkah yang terakhir dilakukan setelah pemerintah mampu mengendalikan pandemi covid-19 terlebih dahulu.

 



Berita Lainnya
  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.