Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Menolong Warga Rentan Miskin

30/4/2020 05:00

DALAM setiap krisis yang berdampak pada perekonomian, masyarakat berpendapatan rendah hampir selalu menjadi korban yang pertama jatuh. Bantuan sosial dari pemerintah pun otomatis diarahkan kepada mereka. Demikian pula yang terjadi pada krisis akibat wabah covid-19 saat ini.

Untuk kelompok miskin, penyaluran bantuan pemerintah relatif mudah karena mereka sudah terdata sebagai penerima bantuan reguler. Korban selanjutnya ialah kelompok masyarakat rentan miskin.

Berdasarkan riset yang dipublikasikan akhir Januari lalu, Bank Dunia mencatat jumlah masyarakat rentan miskin di Indonesia mencapai 115 juta orang. Warga yang tergolong kelompok rentan miskin menghabiskan Rp532.000-Rp1,2 juta per orang per bulan. Dengan demikian, untuk keluarga dengan dua anak misalnya, pengeluaran keluarga rentan miskin sekitar Rp2,1 juta-Rp4,8 juta tiap bulannya.

Mereka ini yang berada pada posisi yang justru bisa lebih mengenaskan ketimbang kelompok miskin. Pasalnya, mereka tidak terdata sebagai sasaran bantuan sosial pemerintah. Ketika gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK melanda, banyak di antara mereka yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok saja kesulitan.

Di sini kesigapan pemerintah daerah diperlukan. Kementerian Sosial telah memberikan lampu hijau untuk usulan calon pemerima bansos dari daerah. Pemda diharapkan bekerja cepat untuk mendata warga yang jatuh miskin sembari memperbaiki data penerima agar tidak salah sasaran.

Dalam situasi darurat saat ini, masukan masyarakat menjadi semakin krusial untuk meluruskan data penerima bansos. Warga sekaligus menjadi pengawas penyaluran bantuan dari pemerintah. Tugas pemda memverifikasi dan memvalidasi masukan-masukan warga.

Jaring pengaman sosial yang lebih lebar masih bisa dibentangkan untuk kelompok masyarakat dengan pendapatan yang rapuh akibat wabah covid-19. Kali ini tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi ikut melibatkan kebijakan industri finansial.

Kita tahu betul, tahun lalu saat perekonomian masih normal, bank-bank besar mampu mereguk laba puluhan triliun. Itu semua berkat simpanan, konsumsi, hingga aktivitas peniagaan masyarakat. Kini sebagian 'kontributor' laba yang fantastis itu tengah kesulitan membayar cicilan pinjaman. Alangkah baiknya bila perbankan ikut membantu.

Ketimbang mengirimkan pesan bahwa cicilan pinjaman sudah mendekati jatuh tempo atau peringatan tunggakan, mengapa tidak mengirimkan surat cinta? Isinya memberitahukan debitur opsi-opsi keringanan pembayaran cicilan.

Contohnya, bank memberi penangguhan pembayaran cicilan berupa bunga dan pokok selama periode tertentu. Pun debitur bisa membayar cicilan berupa bunga saja selama 2-3 bulan, kemudian bulan berikutnya baru membayar penuh.

Tentu saja, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi debitur yang membuktikan dirinya kesulitan membayar cicilan pinjaman. Agar tidak menjadi sekadar kesadaran, sebaiknya regulator menetapkan kebijakan keringanan pembayaran pinjaman.

Pandemi covid-19 merupakan bencana nasional, maka seyogianya semua elemen bangsa ikut bergotong royong menanggulangi dampaknya. Hal itu mengingat terbatasnya kemampuan anggaran pemerintah.

Di tingkat warga, muncul pahlawan-pahlawan sosial yang mengulurkan tangan untuk kerabat, tetangga, hingga warga sekitarnya yang kesulitan ekonomi akibat wabah. Perbankan pun bisa turut menjadi pahlawan dengan meringankan beban debitur

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.