Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

UN Ditiadakan Pendidikan Dibenahi

25/3/2020 05:00
UN Ditiadakan Pendidikan Dibenahi
Editorial(ANTARA)

PEMERINTAH resmi meniadakan pelaksanaan ujian nasional UN) untuk sekolah, yang semula dijadwalkan pada pertengahan Maret sampai awal April 2020. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya mengutamakan  keselamatan dan kesehatan siswa, guru, dan keluarganya di tengah penularan wabah covid-19.

Pengumpulan 8 juta siswa yang terdaftar mengikuti UN memang tidak sebanding dengan risiko yang bisa ditimbulkan. Terlebih, masih ada berbagai cara lain untuk mengukur kompetensi siswa. 

Sebagai pengganti UN tahun ini, sekolah dapat mengadakan  ujian mandiri secara online atau cukup melihat nilai lima semester sebelumnya.

Tugas yang juga harus segera diselesaikan Kemendikbud adalah penentuan sekolah dapat mengadakan ujian mandiri secara online  atau penilaian akumulasi rapor bagi setiap sekolah itu. Kecepatan penentuan ini sama pentingnya dengan keputusan peniadaan UN 2020, sebab waktu pelaksanaan ujian memang sudah di depan mata. UN bagi SMA sedianya pada 30 Maret, sementara SMP pada akhir April. 

Kecepatan penentuan bentuk penilaian kompetensi itu penting agar pekerjaan rumah di bidang pendidikan Indonesia tidak semakin panjang. Sebab, harus diingat, tanpa wabah covid-19 pun, UN maupun sistem pendidikan kita telah banyak kelemahan.

UN telah bertahun-tahun dikritik karena buta terhadap tidak meratanya kualitas fasilitas pendidikan. Mereka yang bersekolah di pedalaman dituntut untuk punya nilai sama dengan anak sekolah di kota. 

Tidak hanya itu, UN pun mengeyampingkan keunikan karakter anak. Akibatnya bukan saja siswa stres, banyak guru yang menempuh cara curang demi mengatrol nilai. Itu pula sebabnya UN sedianya memang akan diwafatkan pada 2021. 

Mulai tahun itu, Mendikbud Nadiem Makarim akan menerapkan asesmen kompetensi minimum yang diadakan di tengah, bukan di akhir, periode belajar. Selain itu Nadiem juga akan menerapkan survei karakter sebagai pelengkap penentuan kelulusan. 

Kondisi urgen global saat ini pun menjadi pelajaran akan kebutuhan penilaian kompetensi yang lebih luwes namun tetap akurat dan terstandar. Sebab bukan tidak mungkin di masa-masa mendatang kegawatdaruratan kembali terjadi.

Kesiapan akan sistem penilaian kompetensi yang sahih dan akurat sesungguhnya menjadi cermin kualitas pendidikan itu sendiri. Selama ini harus kita akui sistem pendidikan kita yang bolak-balik diubah tidak berbuah pada kompetensi anak bangsa.

Buktinya adalah hasil skor Programme for International Student Assessment (PISA) untuk Indonesia pada 2018 yang diumumkan Desember 2019. 

Pengukuran PISA yang dibuat The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan dengan mengukur kinerja siswa di pendidikan menengah. Bidang pengukurannya adalah matematika, sains, dan literasi.

Hasilnya skor matematika siswa Indonesia berada di urutan 72 dari 78 negara yang dinilai. Urutan kita jauh di bawah negara tetangga, contohnya Malaysia yang diurutan 47 dan Thailand di urutan 57. Nilai kita pun jauh di bawah skor rata-rata yakni 379 dari skor rata-rata 489.

Hasil itu harus serius dibenahi. Sebab bukan hanya menunjukkan kemampuan nalar siswa namun juga cermin masa depan bangsa yang tertinggal jauh dari bangsa lainnya. Perlu membenahi pendidikan secara menyeluruh.



Berita Lainnya
  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.