Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Atasi Konflik secara Beradab

13/2/2020 05:05

PERAN partai politik sangat penting dalam membangun demokrasi. Partai berperan dalam pendidikan politik agar masyarakat tidak hanya sadar hukum, tetapi juga dewasa dalam berpolitik.

Kedewasaan berpolitik tentu saja pertama-tama ditunjukkan para elite partai. Bagaimana mungkin masyarakat akan menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara apabila tokoh anutannya tidak mampu memberi contoh suri teladan yang baik?

Para elite hendaknya mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan otak, bukan otot. Dalam konteks itulah patut dikritisi kongres partai yang mempertontonkan adu otot. Kericuhan yang diwarnai kursi melayang terjadi dalam Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Selasa (11/2).

Publik patut cemas. Bukan soal urusan dapur perkubuan sebuah partai yang dipersoalkan, melainkan kecemasan karena ini merupakan cerminan degradasi kepemimpinan di organisasi besar yang juga bukan belia.

Perkubuan dalam soal kontestasi ialah hal amat lumrah. Namun, ketika perkubuan itu bisa dibiarkan menghilir pada baku hantam di panggung besar kongres, itulah wajah kegagalan demokrasi di internal partai tersebut.

Alih-alih menjadi anutan demokrasi yang intelek, partai politik justru membuat demokrasi komedi bermodal otot. Jika sudah begitu, bagaimana mungkin dapat diharapkan partai membawa demokrasi yang sehat ke kontestasi yang lebih besar termasuk pemilihan umum?

Kericuhan yang terjadi dalam arena kongres itu sesungguhnya bukan hanya tamparan bagi partai yang bersangkutan, melainkan juga sentilan bagi semua parpol lainnya.

Bukan rahasia lagi, masih banyak partai lain yang merawat konflik internal sampai saat ini. Partai politik harus bisa menciptakan iklim yang kondusif sehingga dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagaimana mungkin partai politik bisa diharapkan menjadi perekat persatuan bangsa jika tidak mampu mengelola konflik di internal sendiri secara beradab? Malah yang terjadi sebaliknya, elite partai justru memperkeruh keadaan dengan manuver-manuver politik.

Saatnya partai politik lebih mawas diri. Sebagaimana telah berulang kali dipaparkan para ahli dan peneliti politik dalam negeri, berbagai konflik internal partai politik sesungguhnya berhulu dari pelembagaan partai yang lemah. Pelembagaan itu menjadi persoalan utama partai politik di Indonesia.

Kiranya introspeksi mundur lebih jauh ke belakang harus dilakukan partai politik. Pelembagaan berarti pula bercikal pada dasar pendirian dan juga pengaderan. Bila parpol lahir dan tumbuh semata hanya sebagai kendaraan politik pendirinya, itu ibarat bangunan megah di atas pasir. Lambat laun akan runtuh karena tidak juga mengakar ke rakyat dan kepentingan nasional yang hakiki.

Desakan untuk perbaikan internal partai sesungguhnya tak hanya demi kepentingan konsolidasi demokrasi, tetapi juga kepentingan parpol itu sendiri. Tidak ada demokrasi tanpa partai. Harus disadari, jika konflik internal tak berujung, kepercayaan masyarakat yang semakin cerdas akan hilang.

Elok nian bila partai politik menjadikan perolehan suara dalam pemilu sebagai bahan evaluasi diri. Dijadikan bahan evaluasi karena masyarakat yang kian cerdas itu akan memberikan hukuman. Perolehan suara yang terus menurun dari pemilu ke pemilu merupakan cerminan masyarakat muak dengan partai yang tidak mampu menyelesaikan konflik secara beradab.



Berita Lainnya
  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.