Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Melawan Fobia Korona

05/2/2020 05:05

WABAH virus korona tipe baru (2019-novel coronavirus/nCoV) telah menguji banyak sisi kehidupan. Bukan hanya soal kecanggihan teknologi medis, melainkan juga kemanusiaan kita.

Jumlah korban tewas yang mencapai 425 orang dari 20.696 kasus terinfeksi memang membuat virus itu bagai malaikat pencabut nyawa. Semakin bertambahnya negara yang terjangkiti, hingga kini sudah 28 negara mengonfirmasi adanya kasus, juga membuat ketakutan kian jadi.

Dalam berbagai kondisi, kita telah melihat bahwa ketakutan berlebihan atau fobia bisa menciptakan petaka lain. Dengan tumpulnya akal dan nurani, alih-alih menyelesaikan masalah utama, bangsa ini bisa tertimpa konflik lain yang tidak kalah pelik.

Inilah yang telah menjadi pelajaran awal kita dari reaksi keras warga lokal atas penempatan karantina 238 saudara sebangsa di Natuna. Minimnya sosialisasi, ditambah derasnya hoaks terkait dengan wabah korona, membuat kerusuhan hampir pecah di kabupaten yang selama ini dikenal damai itu.

Kita patut bersyukur bahwa reaksi keras warga lokal itu kini sudah dapat diredakan. Namun, itulah alarm bagi kita bersama. Fobia seperti itu bukan tidak mungkin terjadi di wilayah lain di Tanah Air.

Tentu sekali lagi, kita juga tidak dapat menutup mata akan minimnya sosialisasi pemerintah pusat, bahkan kepada pemerintah daerah sendiri. Ini merupakan kesalahan besar yang tidak boleh terulang.

Karena itu, sosialisasi segala hal tentang korona haruslah dilakukan merata di seluruh negeri. Ini tak hanya terhadap kota-kota yang menjadi rujukan karantina ataupun lokasi rumah sakit penanganan wabah, tetapi juga karena jalan masuk virus itu yang memang sangat luasnya.

Tidak hanya itu, edukasi intens juga harus dilakukan di daerah-daerah yang menjadi asal ke-238 WNI yang sedang dikarantina tersebut. Pemerintah harus bermitra dengan aparat setempat dan juga tokoh daerah untuk memastikan kesiapan warga sekitar.

Masyarakat harus benar-benar mengerti bahwa setiap orang yang telah dinyatakan lulus karantina berarti bersih dari virus korona. Mereka selayaknya warga lain yang memiliki hak untuk beraktivitas normal. Jangan jauhi mereka.

Justru sudah sepantasnya pula nurani kita terpanggil untuk ikut membantu mereka menjalani transisi kehidupan yang tidak direncanakan tersebut.

Sebagaimana diketahui, hampir seluruh WNI tersebut merupakan mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Wuhan, Tiongkok. Lumpuhnya Kota Wuhan berarti ikut membuat kelanjutan studi dan masa depan mereka terkatung-katung. Maka, sesungguhnya bukan hanya dukungan moral dari orang terdekat, para mahasiswa juga membutuhkan bantuan jembatan studi dari sivitas akademi di dalam negeri.

Lebih jauh lagi, sepatutnyalah kita menolak untuk fobia terhadap korona. Bukan hanya soal interaksi sosial, ketakutan berlebih sesungguhnya telah membuat kita jadi santapan para pencari untung. Contoh mudahnya ialah harga masker N95 yang kini meroket hingga Rp3 juta.

Harga menjulang ini sudah tidak dapat dimaklumi apa pun alasannya. Terlebih, kita sesungguhnya dapat sigap membaca bahwa mafia dan para spekulan bukan hanya ada di komoditas pangan, melainkan juga di setiap komoditas yang tengah dibutuhkan, termasuk medis dan kesehatan.

Oleh sebab itu, aparat semetinya juga bertindak cepat untuk menindak para spekulan berkedok penjual itu. Lalu yang terpenting, sudah saatnya masyarakat kita benar-benar menjadi warga cerdas.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.