Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Membuka Tabir Kasus Novel

30/12/2019 05:00

SETELAH lebih dari dua tahun berlalu, dua polisi aktif ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Kepolisian patut diapresiasi. Penyidikan kasus ini menempuh proses panjang tanpa banyak bicara. Pengolahan tempat kejadian perkara dan prarekonstruksi dilakukan 7 kali, saksi yang diperiksa sebanyak 73 orang.

Penyidikan di jalan sunyi itulah yang menyebabkan sebagian orang tidak mempercayai kepolisian mampu menuntaskan kasus Novel. Ada yang menduga kasus Novel terkait orang penting sehingga polisi tidak berani menuntaskannya.

Ketidakpercayaan sebagian orang itu dijawab polisi dengan kinerja, dua tersangka berinisial RM dan RB ditangkap, Kamis (26/12). Polisi bekerja profesional dengan membentuk tim teknis, tim pakar, dan kerja sama dengan berbagai instansi, seperti forensik. Kerja profesional kepolisian itu berbuah hasil dengan menangkap pelaku yang masih polisi aktif.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum mengungkapkan motif penyiraman wajah Novel dengan air keras pada 11 April 2017. Salah satu tersangka hanya menyebutkan bahwa Novel ialah pengkhianat.

Bijak nian bila publik memberi ruang dan waktu kepada kepolisian untuk menuntaskan penyelidikan kasus Novel. Motif penyerangan Novel sudah sepatutnya digali pihak kepolisian. Pengungkapan motif pelaku diyakini bisa menuntun penyidik menuju aktor intelektual di balik penyerangan Novel.

Polisi tetap diingatkan untuk bekerja profesional, jangan bekerja di bawah tekanan publik untuk memaksakan adanya orang kuat di balik kasus Novel itu. Profesional artinya polisi bekerja berdasarkan barang bukti yang terbuka untuk diuji di pengadilan.

Penyidik bisa menggunakan hasil kerja tim pencari fakta (TPF) kasus Novel untuk menelusuri motif. TPF menemukan kemungkinan penyerangan Novel terkait kasus yang ditangani, yakni korupsi KTP elektronik; korupsi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Tiga kasus lainnya ialah korupsi mantan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi; korupsi mantan Bupati Buol, Sulawesi Tengah; dan kasus korupsi Wisma Atlet. Penyerangan Novel juga diduga terkait keterlibatan Novel dalam penembakan pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.

Dari enam kasus yang disebut TPF, empat kasus sudah diproses di pengadilan dan pelaku sudah dihukum. Dua kasus yang masih tersisa. Mantan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi baru ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, terkait keterlibatan Novel dalam penembakan pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004, kasusnya telah dihentikan di tingkat kejaksaan pada 22 Februari 2016. Namun, putusan prapradilan Pengadilan Negeri Bengkulu pada 31 Maret 2016 menyatakan surat ketetapan penghentian penuntutan terhadap Novel Baswedan tidak sah.

Akan tetapi, sampai saat ini perintah hakim prapradilan belum dijalankan. Karena itulah, pada November lalu, pengacara OC Kaligis menggugat Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar membuka kembali kasus yang melibatkan Novel itu.

Harus tegas dikatakan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan harus diusut tuntas atas nama keadilan dan kebenaran. Kasus ini hendaknya segera dilimpahkan ke pengadilan sehingga terbuka seluruh tabir yang terselubung dari kasus itu.

Begitu juga kasus yang diduga melibatkan Novel Baswedan dalam penembakan pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 hendaknya dituntaskan di pengadilan. Jangan sampai Novel, kalau memang tidak bersalah, selalu disandera kasus tersebut. Pengadilan ialah tempat terhormat untuk membersihkan nama baik Novel Baswedan.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.