Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kerja Cepat Kabinet Baru

23/10/2019 05:05

EPISODE pemanggilan calon-calon menteri Kabinet Kerja jilid II ke Istana Kepresidenan yang selama dua hari kemarin cukup menyedot perhatian publik akan berakhir pagi ini. Sesuai rencana, hari ini Presiden Joko Widodo mengumumkan nama-nama yang bakal menjadi pembantu dia di pemerintahan periode keduanya ini.

Kalau melihat dari sosok-sosok yang datang ke Istana dalam dua hari terakhir, ada nama-nama mengejutkan, tapi banyak pula yang tidak mengejutkan. Banyak muka baru, tapi muka-muka lama masih tampak dominan. Banyak yang masih berusia muda, tapi yang sudah sepuh pun tak kalah banyak.

Makna dari komposisi baru-lama atau muda-tua itu bisa bermacam-macam, tergantung bagaimana publik menafsirkannya. Efektif atau tidaknya, tergantung bagaimana Presiden dapat menempatkan orang-orang yang kemarin kompak mendatangi istana dengan berkemeja putih itu sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas mereka.

Poin pentingnya ialah apa pun keputusan Presiden hari ini tak perlu dijadikan polemik lagi. Bahkan, keputusan Jokowi untuk mengakomodasi perwakilan dari partai politik yang tidak mengusungnya saat Pemilu 2019 tidak semestinya kita persoalkan lagi. Lagi-lagi harus kita tegaskan, urusan pilih-memilih menteri merupakan hak prerogatif sekaligus eksklusif seorang presiden.

Artinya, penyusunan kabinet kali ini sepatutnya bisa mengakhiri semua bentuk spekulasi mengenai perebutan kursi menteri, baik dari sisi komposisi antara parpol, akademisi, dan profesional maupun komposisi antara tua dan muda (milenial). Kita berharap saja para pembantu yang dipilih Presiden ialah mereka yang benar-benar membantu, bukan malah mengganggu kerja.

Mulai hari ini fokus perhatian publik mestinya lebih diarahkan untuk mengawal kinerja kabinet ke depan. Itu penting karena inilah gerbong yang sudah dipilih Presiden untuk mengawali kerja keras dan kerja cepat meraih mimpi Indonesia menjadi negara maju pada 2045, seperti yang diucapkan Jokowi pada pidato seusai pelantikan, Minggu (20/10).

Dalam pidato itu juga Presiden Jokowi menyebut ada lima program prioritas yang akan dikerjakannya bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk mewujudkan mimpi tersebut. Pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Kita ingin menteri-menteri yang telah terpilih dapat menjadi garda paling depan untuk merealisasikan program-program tersebut. Tak masalah dia dari latar belakang apa, apakah dari representasi parpol ataupun profesional, yang pasti dia mesti mampu mencapai key performance index (KPI) yang telah ditetapkan Presiden. Dalam bahasa Jokowi yang lebih mudah, mereka mesti menjadi pemimpin birokrasi kementerian yang tak cuma pandai melemparkan program, tapi sekaligus juga menjamin agar manfaat program itu dirasakan masyarakat.

Presiden sudah menjanjikan, menteri, pejabat, dan birokrat yang tidak sejalan, tak loyal, yang tidak serius bekerja, yang tak bisa menjamin tercapainya tujuan program pembangunan, tidak akan diberi ampun. Bila perlu, bahkan akan langsung dicopot.

Orkestra kabinet memang harus dijaga. Harmonisasi mesti dirawat. Ketika semua berkomitmen untuk berlari, tak boleh ada yang melambatkan jalan, apalagi berhenti. Ketika semua komit memegang loyalitas, tak elok bila yang melenceng tetap dibiarkan dalam gerbong. Karena itu, janji ketegasan Jokowi mesti kita pegang.

 



Berita Lainnya
  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.